Pemerintah Biden Akan Cabut Houthi di Yaman dari Label Teroris

Kompas.com - 06/02/2021, 17:24 WIB
Seorang tentara berjaga-jaga ketika para pendukung Houthi menghadiri demonstrasi menentang Amerika Serikat yang memasukan Houthi sebagai organisasi teroris asing, di Sanaa, Yaman, Senin (25/1/2021). AP PHOTO/HANI MOHAMMEDSeorang tentara berjaga-jaga ketika para pendukung Houthi menghadiri demonstrasi menentang Amerika Serikat yang memasukan Houthi sebagai organisasi teroris asing, di Sanaa, Yaman, Senin (25/1/2021).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintahan Joe Biden pada Jumat (5/2/2021) berniat mencabut label teroris untuk gerakan Houthi Yaman karena mempertimbangkan krisis kemanusiaan di sana.

Label teroris untuk Houthi terjadi pada pemerintahan Donald Trump di menit-menit terakhir masa jabatannya, yang menuai kritik.

Rencana pencabutan itu dikonfirmasi oleh seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS, sehari setelah presiden Joe Biden mengumumkan bahwa AS berhenti mendukung gerakan militer yang dipimpin Arab Saudi di Yaman.

Baca juga: Laporan PBB Tuduh Pemerintah Yaman Korupsi dan Houthi Curi Pendapatan Negara

Langkah Biden itu secara luas dilihat sebagai konflik proksi antara Arab Saudi dan Iran.

"Tindakan kami sepenuhnya karena melihat konsekuensi kemanusiaan dari penetapan pada menit-menit terakhir dari pemerintahan sebelumnya," ujar pejabat Departemen Luar Negeri AS seperti yang dilansir dari Reuters pada Sabtu (6/2/2021).

Pejabat Departemen Luar Negeri menekankan bahwa tindakan pencabutan label itu tidak mencerminkan pandangan AS terhadap Houthi dan "perilaku tercela" mereka.

Koalisi militer yang dipimpin Saudi melakukan intervensi di Yaman pada 2015, mendukung pasukan pemerintah yang memerangi Houthi yang bersekutu dengan Iran.

Baca juga: Pemerintahan Biden Setop Dukungan ke Arab Saudi yang Perangi Houthi di Yaman

Pejabat PBB berusaha menghidupkan kembali pembicaraan damai karena negara itu juga menghadapi krisis ekonomi dan pandemi Covid-19.

Senator Demokrat Chris Murphy menyambut baik keputusan penghapusan kelompok Houthi dari daftar hitam itu.

"Penetapan itu (label teroris)... telah menghentikan pengiriman makanan dan bantuan kritis lainnya di Yaman dan akan mencegah negosiasi politik yang efektif," katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Uni Eropa Kecam AS Label Teroris Houthi Dapat Ancam Krisis Yaman Makin Buruk

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babi Ajaib yang Selamat dari Gempa China 2008 Ini Dikabarkan Sekarat

Babi Ajaib yang Selamat dari Gempa China 2008 Ini Dikabarkan Sekarat

Global
Gal Gadot Dikecam setelah Beri Pesan Terkait Konflik Israel-Palestina

Gal Gadot Dikecam setelah Beri Pesan Terkait Konflik Israel-Palestina

Global
Hari Ini dalam Sejarah 13 Mei: Paus Yohanes Paulus II Hendak Dibunuh di Vatikan

Hari Ini dalam Sejarah 13 Mei: Paus Yohanes Paulus II Hendak Dibunuh di Vatikan

Internasional
Muslim Gaza Laksanakan Shalat Idul Fitri di Tengah Ancaman Serangan Udara Israel

Muslim Gaza Laksanakan Shalat Idul Fitri di Tengah Ancaman Serangan Udara Israel

Global
Pemerintah India Minta Warganya Tak Percaya Kabar Covid-19 Disebabkan Sinyal 5G

Pemerintah India Minta Warganya Tak Percaya Kabar Covid-19 Disebabkan Sinyal 5G

Global
Video Viral Tunjukkan Massa Israel Pukuli Diduga Pria Arab hingga Babak Belur

Video Viral Tunjukkan Massa Israel Pukuli Diduga Pria Arab hingga Babak Belur

Global
Selamatkan Anak Anjing Peliharaan di Kebakaran, Gadis Ini Tewas

Selamatkan Anak Anjing Peliharaan di Kebakaran, Gadis Ini Tewas

Global
India Pasang Jaring di Sungai Gangga, Tangkap Puluhan Mayat Mengambang Diduga Korban Covid-19

India Pasang Jaring di Sungai Gangga, Tangkap Puluhan Mayat Mengambang Diduga Korban Covid-19

Global
Pengantin Wanita Meninggal karena Covid-19 Beberapa Jam Setelah Menikah

Pengantin Wanita Meninggal karena Covid-19 Beberapa Jam Setelah Menikah

Global
15 Anak Tewas dalam Pengeboman di Israel dan Gaza

15 Anak Tewas dalam Pengeboman di Israel dan Gaza

Global
Rusia Berduka atas Korban Penembakan di Sekolah Kazan

Rusia Berduka atas Korban Penembakan di Sekolah Kazan

Global
Panel Ahli Internasional Ajukan Rekomendasi untuk Akhiri Pandemi Covid-19

Panel Ahli Internasional Ajukan Rekomendasi untuk Akhiri Pandemi Covid-19

Global
Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Global
Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Global
Komandan Senior Hamas Bassem Issa dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Komandan Senior Hamas Bassem Issa dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Global
komentar
Close Ads X