Polisi Myanmar Jadikan Aung San Suu Kyi Tahanan Hingga Setengah Bulan ke Depan

Kompas.com - 03/02/2021, 23:17 WIB
Foto arsip tertanggal 17 Desember 2019, menampilkan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, berbicara di konferensi pers dengan Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, setelah bertemu di Istana Kepresidenan Naypyidaw, Myanmar. AP PHOTO/AUNG SHINE OOFoto arsip tertanggal 17 Desember 2019, menampilkan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, berbicara di konferensi pers dengan Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, setelah bertemu di Istana Kepresidenan Naypyidaw, Myanmar.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Polisi mendakwa secara resmi pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi untuk pertama kalinya, yang dijadikan alasan untuk menahannya setidaknya selama setengah bulan.

Tuduhan dilayangkan polisi pada Rabu (3/1/2021), karena kepemilikan walkie-talkie yang seperti yang dilansir dari Associated Press (AP) dihari yang sama.

Hal itu terungkap 2 hari setelah Suu Kyi ditempatkan di bawah tahanan rumah, yang seperti sebagai upaya untuk memanfaatkan hukum untuk penahanannya. 

Baca juga: Pengungsi Rohingya Semakin Takut Kembali ke Myanmar Setelah Kudeta

Para jenderal militer sebelumnya telah menahan Suu Kyi dan aliansinya selama bertahun-tahun.

Militer Myanmar mengumumkan kudeta pada Senin (1/2/2021), akan mengambil alih kekuasaan selama 1 tahun, yang sebelumnya telah menuduh pemerintah Suu Kyi tidak menyelidiki tuduhan penipuan pemilih dalam pemilihan baru-baru ini.

Partai Suu Kyi menyapu bersih suara itu, dan partai yang didukung militer memperoleh hasil buruk.

Baca juga: Jenderal Senior Myanmar Bela Terjadinya Kudeta: Tak Terelakkan

Juru bicara Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Kyi Toe membenarkan dakwaan terhadap Suu Kyi yang membawa hukuman maksimal 3 tahun penjara.

Dia juga mengatakan presiden terguling negara itu, Win Myint, dituduh melanggar undang-undang penanggulangan bencana alam.

Baca juga: Myanmar atau Burma? Mengapa Perbedaan Nama Negara Itu Penting?

Lembar tagihan yang bocor tertanggal 1 Februari menunjukkan bahwa mereka dapat ditahan hingga 15 Februari.

"Jelas bahwa militer akan mencari beberapa kasus hukum terhadap para pemimpin NLD dan terutama Aung San Suu Kyi untuk benar-benar melegitimasi apa yang mereka coba lakukan," kata Larry Jagan, seorang analis independen dari Urusan Myanmar.

Baca juga: Para Petugas Medis Myanmar Mogok Kerja sebagai Protes Kudeta Militer

“Dan itu benar-benar perebutan kekuasaan,” imbuhnya.

Sementara, polisi dan pejabat pengadilan di ibu kota Naypyitaw belum dapat memberikan tanggapan terkait kabar berita ini.

Baca juga: Pembangkangan Sipil Makin Menguat di Myanmar, Dokter dan Staf Medis Ambil Bagian


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unik, Alat Tes Covid-19 untuk Anak-anak Ini Berbentuk Lolipop

Unik, Alat Tes Covid-19 untuk Anak-anak Ini Berbentuk Lolipop

Global
Gadis Ini Jadi Korban Ledakan Bom Afghanistan: Mungkin Mereka Tak Ingin Kami Sekolah

Gadis Ini Jadi Korban Ledakan Bom Afghanistan: Mungkin Mereka Tak Ingin Kami Sekolah

Global
Penyair Myanmar Tewas Setelah Ditangkap Junta, Organ Dalam Tubuhnya Hilang

Penyair Myanmar Tewas Setelah Ditangkap Junta, Organ Dalam Tubuhnya Hilang

Global
Tak Sadar Jilati Ubur-ubur Beracun, Pria Ini Beruntung Lolos dari Maut

Tak Sadar Jilati Ubur-ubur Beracun, Pria Ini Beruntung Lolos dari Maut

Global
Sejarah yang Terlupakan dari Tenggelamnya Kapal Titanic, 6 Penumpang Tionghoa Selamat

Sejarah yang Terlupakan dari Tenggelamnya Kapal Titanic, 6 Penumpang Tionghoa Selamat

Global
Inspirasi Energi: Mengapa Minyak Bumi Tidak Dapat Diperbarui

Inspirasi Energi: Mengapa Minyak Bumi Tidak Dapat Diperbarui

Global
UPDATE: Penusukan di Supermarket Selandia Baru Lukai 4 Orang

UPDATE: Penusukan di Supermarket Selandia Baru Lukai 4 Orang

Global
Penusukan di Supermarket Selandia Baru, Korban Luka 5 Orang, 3 Kritis

Penusukan di Supermarket Selandia Baru, Korban Luka 5 Orang, 3 Kritis

Global
100 Hari Kudeta Myanmar: Rangkuman Peristiwa dan Perkembangan Terkini

100 Hari Kudeta Myanmar: Rangkuman Peristiwa dan Perkembangan Terkini

Global
Warga Palestina Digusur dari Yerusalem, Jalur Gaza Luncurkan 3 Roket ke Israel

Warga Palestina Digusur dari Yerusalem, Jalur Gaza Luncurkan 3 Roket ke Israel

Global
Bayar untuk Wisata, Sekelompok Lansia Ini Malah Dibawa ke Pemakaman

Bayar untuk Wisata, Sekelompok Lansia Ini Malah Dibawa ke Pemakaman

Global
Roket hingga Stasiun Luar Angkasa yang Pernah Jatuh ke Bumi dari Tahun ke Tahun

Roket hingga Stasiun Luar Angkasa yang Pernah Jatuh ke Bumi dari Tahun ke Tahun

Internasional
Israel dan Korea Selatan Bakal Jalin Perdagangan Bebas

Israel dan Korea Selatan Bakal Jalin Perdagangan Bebas

Global
Sepupu Ratu Elizabeth II Tawarkan Investor Akses ke Kremlin demi Keuntungan Pribadi

Sepupu Ratu Elizabeth II Tawarkan Investor Akses ke Kremlin demi Keuntungan Pribadi

Global
Wanita Ini Jatuh Saat Menari di Tepi Balkon Lantai 25, Penghuni Apartemen Buru-buru Pindah

Wanita Ini Jatuh Saat Menari di Tepi Balkon Lantai 25, Penghuni Apartemen Buru-buru Pindah

Global
komentar
Close Ads X