NLD Serukan Pembebasan Segera Aung San Suu Kyi yang Tak Terlihat Sejak Kudeta Myanmar

Kompas.com - 02/02/2021, 17:04 WIB
Foto arsip tertanggal 17 Desember 2019, menampilkan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, berbicara di konferensi pers dengan Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, setelah bertemu di Istana Kepresidenan Naypyidaw, Myanmar. AP PHOTO/AUNG SHINE OOFoto arsip tertanggal 17 Desember 2019, menampilkan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, berbicara di konferensi pers dengan Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, setelah bertemu di Istana Kepresidenan Naypyidaw, Myanmar.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Seruan pembebasan Aung San Suu Kyi meningkat pada Selasa (2/2/2021) sehari setelah terjadi kudeta Myanmar yang menyebabkan ratusan anggota parlemen ditahan.

Melansir BBC pada Selasa (2/2/2021) tidak pernah terlihat di depan umum sejak dia ditahan oleh militer.

Militer mengambil alih kekuasaan setelah mengumumkan keadaan darurat, menuduh partai Suu Kyi melakukan penipuan atas kemenangan pemilihannya dalam pemilu.

Baca juga: Kudeta Myanmar Hari Kedua: Tentara Duduki Yangon, AS Ancam Sanksi

Presiden AS Joe Biden mengancam akan memberlakukan kembali sanksi terhadap Myanmar sebagai akibat kudeta militer, dengan mengatakan militer tidak boleh "mengesampingkan keinginan rakyat".

Sanksi sebelumnya telah dikurangi, setelah negara itu mulai bangkit dari kediktatoran militer selama puluhan tahun.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), menuntut pembebasannya segera pada Selasa. Selain itu, meminta militer untuk menerima hasil pemilu 8 November lalu, yang membuat NLD memenangkan lebih dari 80 persen suara.

Baca juga: Kisah Perang: Perjalanan Myanmar Menuju Demokrasi dan Jatuh Lagi ke Militer

Di mana Aung San Suu Kyi?

Belum ada pernyataan resmi tentang keberadaan pasti Suu Kyi sejak dia ditahan dalam penggerebekan sebelum fajar pada Senin (1/2/2021).

Namun, sumber yang tidak disebutkan namanya dari dalam NLD mengatakan dia dan Presiden Win Myint ditahan dalam tahanan rumah.

"Kami diberitahu untuk tidak khawatir. Namun, kami khawatirkan. Akan sangat melegakan jika kami dapat melihat foto mereka di rumah," kata anggota parlemen NLD kepada kantor berita AFP, tanpa menyebut nama.

Baca juga: Aung San Suu Kyi Dikabarkan Jadi Tahanan Rumah dalam Kudeta Myanmar

Banyak anggota parlemen lainnya yang ditahan juga masih ditahan di rumah pemerintahan mereka di ibu kota Nay Pyi Taw, dengan salah satu anggota NLD menggambarkannya sebagai "pusat penahanan terbuka".

Halaman:

Sumber BBC,REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X