Karena Proyek Pipa, Aktivis Lingkungan dan Serikat Buruh Pendukung Biden Berseteru

Kompas.com - 02/02/2021, 09:47 WIB
Presiden Joe Biden menandatangani perintah eksekutif pertamanya di Gedung Putih pada Rabu (20/1/2021). AP PHOTO/EVAN VUCCIPresiden Joe Biden menandatangani perintah eksekutif pertamanya di Gedung Putih pada Rabu (20/1/2021).

KOMPAS.com – Sejak dilantik, Presiden Amerika Serikat (AS) Joseph Biden melakukan berbagai langkah guna mewujudkan transisi ekonomi AS menuju emisi karbon net-zero pada 2050.

Langkah-langkah tersebut, seperti membatalkan izin pipa minyak mentah Keystone XL (KXL) dan mengurangi sewa minyak dan gas yang dilakukan baru-baru ini.

Namun, Biden kini menghadapi masalah menyusul dua kelompok pendukungnya, yaitu aktivis lingkungan dan serikat buruh berada di sisi berlawanan. Hal ini dipicu dari pembangunan proyek pipa besar antara Kanada dan AS.

Ketika aktivis iklim merayakan kematian KXL, sebaliknya serikat pekerja yang terdampak penurunan harga minyak global bergerak menjaga proyek yang sedang berjalan untuk terus beroperasi.

Baca juga: Pipa Minyak Keystone XL Jadi Topik Telepon Pertama Biden dengan Pemimpin Asing

Melansir Reuters, Senin (1/2/2021), Sekretaris dan Bendahara Ohio State Building and Construction Trades Council Mike Knisely mengatakan, ia telah meminta para pejabat negara bagian berbicara kepada Biden tentang kebijakannya yang drastis memengaruhi dukungan serikat buruh.

“Saya merasa sangat frustasi karena hampir tidak ada kesamaan (dalam hal pipa) dengan komunitas lingkungan,” kata Knisely yang juga pendukung Biden tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivis iklim terbilang berhasil membujuk investor besar mengurangi kepemilikan di industri bahan bakar fosil, serta melobi bank untuk menghindari investasi dalam pengeboran Arktik.

Baca juga: Pemerintahan Biden Masukkan Risiko Perubahan Iklim dalam Strategi Militer AS

Mereka juga melihat Biden sebagai sekutu dalam pertempuran menghentikan penggunaan bahan bakar fosil dan menghalangi impor minyak mentah berat berintensitas karbon dari Tar Sands, Kanada.

Namun, Biden didukung sejumlah serikat buruh utama yang bekerja di jaringan pipa, kilang, dan instalasi energi lainnya, termasuk International Teamsters dan North America's Building Trades.

Meski ikut merayakan kemenangan presiden yang pro-buruh, serikat buruh menentang pembatalan izin pipa KXL. Serikat buruh juga siap bersatu melawan ancaman terhadap keberlangsungan operasional jaringan pipa lainnya.

Halaman:

Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Caroline Jurie Lepas Mahkota Mrs World Setelah Ditangkap atas Insiden Mrs Sri Lanka

Caroline Jurie Lepas Mahkota Mrs World Setelah Ditangkap atas Insiden Mrs Sri Lanka

Global
Pengakuan Langka, Pejabat China Akui Vaksinnya Kurang Efektif

Pengakuan Langka, Pejabat China Akui Vaksinnya Kurang Efektif

Global
Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul 'Dokter Hantu' yang Memakan Korban

Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul "Dokter Hantu" yang Memakan Korban

Internasional
Pasukan Rusia Mendekat, Ukraina Ancam Mereka Bisa 'Terprovokasi'

Pasukan Rusia Mendekat, Ukraina Ancam Mereka Bisa "Terprovokasi"

Global
Rencana Pembasmian Kuda Liar Australia Ditentang Berbagai Pihak

Rencana Pembasmian Kuda Liar Australia Ditentang Berbagai Pihak

Global
Aparat Myanmar Tembakkan Granat, 80 Demonstran Tewas

Aparat Myanmar Tembakkan Granat, 80 Demonstran Tewas

Global
Pasukan Koalisi Cegat Enam Drone yang Dikirim Pemberontak Houthi

Pasukan Koalisi Cegat Enam Drone yang Dikirim Pemberontak Houthi

Global
Pangeran Philip Berpulang, Ini Tanggapan Anak-anaknya

Pangeran Philip Berpulang, Ini Tanggapan Anak-anaknya

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Philip Meninggal Dunia | Penganggur Dapat Rp 13 Juta Sebulan di Finlandia

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Philip Meninggal Dunia | Penganggur Dapat Rp 13 Juta Sebulan di Finlandia

Global
21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

Global
St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

Global
Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Global
Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Global
Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Global
Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Global
komentar
Close Ads X