Kompas.com - 01/02/2021, 12:23 WIB
Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) China yang menggunakan reaktor nuklir generasi ketiga, Hualong One, di Kota Fuqing, Provinsi Fujian, China. TWITTER @China2ASEANPembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) China yang menggunakan reaktor nuklir generasi ketiga, Hualong One, di Kota Fuqing, Provinsi Fujian, China.

KOMPAS.com – Baru-baru ini, China berhasil mengomersialisasikan energi listrik dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang menggunakan reaktor nuklir generasi ketiganya yang diberi nama Hualong One.

Baca juga: Inspirasi Energi: 7 Kendaraan Alternatif Pengganti Mobil Ber-BBM

PLTN tersebut terletak di Kota Fuqing, Provinsi Fujian, China. PLTN itu dirancang berumur 60 tahun dengan peralatan intinya diproduksi dalam negeri sebagaimana dilansir dari Associated Press, Minggu (31/1/2021).

Setiap unit reaktor Hualong One memiliki kapasitas terpasang 1.170 megawatt. China National Nuclear Corp (CNNC) mengatakan, listrik yang dihasilkan dari reaktor tersebut dapat memenuhi kebutuhan listrik domestik tahunan dari 1 juta orang.

Pembangunan PLTN dengan reaktor Hualong One dimulai pada 2019. Pembangunan reaktor nuklir tersebut merupakan keseriusan China untuk mengembangkan teknologi nuklir dalam negeri.

Hualong One dibuat oleh dua perusahaan dalam negeri yakni CNNC dan China General Nuclear Power Corp.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Asosiasi Energi Nuklir China mengatakan, total kapasitas terpasang PLTN China diharapkan dapat mencapai 52 gigawatt pada akhir 2020. Pada 2035, total kapasitas terpasang PLTN di China diharapkan dapat mencapai 200 gigawatt, sebagaimana dilansir The Straits Times.

Baca juga: Inspirasi Energi: Tahun Bersejarah, Listrik Energi Terbarukan di Uni Eropa Kalahkan Batubara

Ambisi China

Para ahli mengatakan, China sedang dalam perjalanan dalam upaya menggantikan Amerika Serikat (AS) sebagai pemimpin global dalam produksi dan penjualan listrik yang dihasilkan dari PLTN.

Strategi tersebut memberikan jalan lain bagi upaya Beijing demi menjadi kekuatan ekonomi dan diplomatik terkemuka dunia.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan Strategic Studies Quarterly, sebuah jurnal yang disponsori Angkatan Udara AS, menemukan bahwa sejak 2000, 96 reaktor nuklir telah terhubung ke jaringan listrik di 13 negara.

Dari jumlah tersebut, 45 di antaranya dibangun di China dan 12 di antaranya berasal Rusia sebagaimana dilansir dari Voice of America (VOA).

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Paus Fransiskus Bertemu Spider-Man di Vatikan...

Ketika Paus Fransiskus Bertemu Spider-Man di Vatikan...

Global
Diselamatkan dari Kepunahan, Tasmanian Devil Musnahkan Koloni Penguin di Pulau Maria

Diselamatkan dari Kepunahan, Tasmanian Devil Musnahkan Koloni Penguin di Pulau Maria

Global
Gajah Nakal Mengamuk, Tewaskan 16 Warga Desa

Gajah Nakal Mengamuk, Tewaskan 16 Warga Desa

Global
10 Bulan Beruntun Positif 43 Kali, Inilah Pasien Covid-19 Terlama di Dunia

10 Bulan Beruntun Positif 43 Kali, Inilah Pasien Covid-19 Terlama di Dunia

Global
Remaja Pria Diamuk dan Akan Diusir Ibunya Gara-gara Suntik Vaksin Covid-19

Remaja Pria Diamuk dan Akan Diusir Ibunya Gara-gara Suntik Vaksin Covid-19

Global
Tak Sengaja Tanam Mangga Termahal di Dunia, Petani Ini Kini Harus Sewa Petugas Keamanan

Tak Sengaja Tanam Mangga Termahal di Dunia, Petani Ini Kini Harus Sewa Petugas Keamanan

Global
Bully Wanita yang Unggah Kritik soal Islam, 13 Pemuda Perancis Didakwa

Bully Wanita yang Unggah Kritik soal Islam, 13 Pemuda Perancis Didakwa

Global
Ingin Mirip Barbie, Gadis Ini Perbesar Bibir Jadi Paling Dower Sedunia

Ingin Mirip Barbie, Gadis Ini Perbesar Bibir Jadi Paling Dower Sedunia

Global
Kanada Kembali Temukan Ratusan Kuburan Tak Bertanda di Bekas Sekolah Adat

Kanada Kembali Temukan Ratusan Kuburan Tak Bertanda di Bekas Sekolah Adat

Global
India Dikhawatirkan Alami Gelombang Ketiga Covid-19, 3 Bulan Lagi

India Dikhawatirkan Alami Gelombang Ketiga Covid-19, 3 Bulan Lagi

Global
Varian Delta Dominasi 90 Persen Kasus Baru Covid-19 di Uni Eropa

Varian Delta Dominasi 90 Persen Kasus Baru Covid-19 di Uni Eropa

Global
Demonstran Thailand Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Perdana Menteri Mundur

Demonstran Thailand Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Perdana Menteri Mundur

Global
Inggris Bantah Pernyataan Rusia Terkait Tembakan Peringatan ke Kapal Perangnya

Inggris Bantah Pernyataan Rusia Terkait Tembakan Peringatan ke Kapal Perangnya

Global
7 Kontroversi John McAfee: Guru Kripto Gadungan hingga Dugaan Bunuh Tetangga

7 Kontroversi John McAfee: Guru Kripto Gadungan hingga Dugaan Bunuh Tetangga

Global
Perjuangan Paus Fransiskus Desak Gedung Putih Bebaskan Paten Vaksin Covid-19

Perjuangan Paus Fransiskus Desak Gedung Putih Bebaskan Paten Vaksin Covid-19

Global
komentar
Close Ads X