Alami Sakit Punggung, Paus Fransiskus Diminta Diet dan Setop Makan Pasta

Kompas.com - 31/01/2021, 14:21 WIB
Paus Fransiskus memberikan pemberkatan Urbi et Orbi pada hari Natal di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Jumat (25/12/2020). VATICAN MEDIA via APPaus Fransiskus memberikan pemberkatan Urbi et Orbi pada hari Natal di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Jumat (25/12/2020).

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus diminta berhenti memakan pasta dan diet demi menyembuhkan sakit punggung yang diderita.

Dokter sudah meminta pontiff 84 tahun itu untuk menurunkan berat badan hingga 1,8 kilogram demi meredakan linu panggulnya.

Paus asal Argentina itu dilaporkan sudah melewati sejumlah agenda di Vatikan karena penyakitnya itu, dengan kunjungan ke Irak pada Maret terancam batal.

Baca juga: Paus Fransiskus Bakal Bertemu Ulama Syiah di Irak

Pada Kamis (28/1/2021), Paus Fransiskus bahkan harus duduk ketika hadir dalam audiensi dengan para kardinal.

"Saya seharusnya berbicara sambil berdiri. Tetapi sakit punggung saya begitu menyiksa. Tamu yang ini luar biasa jahatnya," kelakarnya.

"Jadi jika kalian bersedia memaafkan dan mengampuni saya, izinkan saya untuk tetap duduk dalam pertemuan ini," ujar dia.

Sumber di Vatikan mengungkapkan, Sri Paus diminta untuk makan semangkuk nasi dan buah, sayuran, minyak zaitun, maupun ikan dalam jumlah banyak.

Diwartakan The Sun Jumat (29/1/2021), Paus yang berasal dari Argentina itu diminta menghentikan makan pasta maupun pizza.

"Jika beliau menuruti kata dokter, saya rasa beliau bakal baik-baik saja. Tetapi sejauh ini selera beliau sehat," kata si sumber.

Meski punggungnya menderita, Paus dilaporkan menerima suntikan vaksin Covid-19 dan menyerukan umat Katolik mengikutinya demi "tanggung jawab etis".

Namun, kabar tidak mengenakan menghampiri Paus Fransiskus di mana dokter pribadinya, Fabrizio Soccorsi, meninggal di usia 78 tahun.

Soccorsi yang semasa hidupnya mendapatkan perawatan atas penyakit kanker meninggal akibat komplikasi virus corona.

Baca juga: Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar


Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina 'Tong Mesiu'

Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina "Tong Mesiu"

Global
Seluruh Tentara AS di Afghanistan Bakal Ditarik pada 11 September

Seluruh Tentara AS di Afghanistan Bakal Ditarik pada 11 September

Global
Armenia Panas Azerbaijan Pamerkan Helm Tentara yang Tewas sebagai 'Piala' Perang

Armenia Panas Azerbaijan Pamerkan Helm Tentara yang Tewas sebagai "Piala" Perang

Global
Kelompok Afiliasi ISIS Gempur Pangkalan Militer di Nigeria

Kelompok Afiliasi ISIS Gempur Pangkalan Militer di Nigeria

Global
Polisi yang Tembak Mati Daunte Wright Mengundurkan Diri, Kepala Kepolisian Juga Ikut Resign

Polisi yang Tembak Mati Daunte Wright Mengundurkan Diri, Kepala Kepolisian Juga Ikut Resign

Global
[POPULER GLOBAL] Pasangan Gay Thailand Diserang Netizen Indonesia | Kapal Ever Given Tertahan Lagi

[POPULER GLOBAL] Pasangan Gay Thailand Diserang Netizen Indonesia | Kapal Ever Given Tertahan Lagi

Global
'Imut dan Nakal', Cerita Gadis-gadis Korban Asian Fetish Pria di Australia

"Imut dan Nakal", Cerita Gadis-gadis Korban Asian Fetish Pria di Australia

Global
Krisis Mereda, Raja Jordania dan Pangeran Hamzah Ziarah Bersama

Krisis Mereda, Raja Jordania dan Pangeran Hamzah Ziarah Bersama

Global
Jaga-jaga Perang Lawan China, Taiwan Modernisasi Alutsista

Jaga-jaga Perang Lawan China, Taiwan Modernisasi Alutsista

Global
PBB Takut Konflik di Myanmar Akan Seperti Perang Saudara di Suriah

PBB Takut Konflik di Myanmar Akan Seperti Perang Saudara di Suriah

Global
Menteri Kesehatan Austria Mundur karena Lelah Tangani Wabah Covid-19

Menteri Kesehatan Austria Mundur karena Lelah Tangani Wabah Covid-19

Global
Netizen Indonesia Disebut Tak Sopan se-Asia Tenggara, Ini 5 'Serangan' Mereka

Netizen Indonesia Disebut Tak Sopan se-Asia Tenggara, Ini 5 "Serangan" Mereka

Global
Jatuh Cinta, Seorang Pastor di Italia Mengundurkan Diri

Jatuh Cinta, Seorang Pastor di Italia Mengundurkan Diri

Global
Ramadhan 2021, KBRI Roma Adakan Beragam Acara Virtual, Ini Jadwalnya

Ramadhan 2021, KBRI Roma Adakan Beragam Acara Virtual, Ini Jadwalnya

Global
Pengantin Gay Thailand Tuntut Netizen Indonesia di Jalur Hukum Usai Diancam Mati

Pengantin Gay Thailand Tuntut Netizen Indonesia di Jalur Hukum Usai Diancam Mati

Global
komentar
Close Ads X