Iran Tolak Negara Teluk Arab Terlibat dalam Negosiasi Baru Perjanjian Nuklir

Kompas.com - 31/01/2021, 07:46 WIB
Foto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran. AFP PHOTO / HANDOUTFoto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran.

TEHERAN, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Iran menolak setiap negosiasi baru atau perubahan pada peserta perjanjian nuklir yang membuat negara Teluk Arab terlibat. 

"Kesepakaatan nuklir adalah perjanjian internasional multilateral yang diratifikasi oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, yang tidak dapat dinegosiasikan dan pihak-pihak di dalamnya jelas dan tidak dapat diubah," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Seed Khatibzadeh yang dikutip oleh media pemerintah pada Sabtu (30/1/2021).

Pernyataan Iran keluar setelah Presiden Perancis, Emmanuel Macron mengatakan bahwa pembicaraan baru soal nuklir harus melibatkan Arab Saudi, seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Sabtu (30/1/2021).

Baca juga: Ledakan Bom Dekat Kedutaan Israel Diduga Perbuatan Seorang Warga Iran

Iran mulai melanggar batas kesepakatan pengayaan uranium setelah Washington menarik diri dari pakta 2018 di bawah pemerintahan Presiden AS ke-45 Donald Trump dan menerapkan kembali sanksi ekonomi pada Teheran.

Pemerintahan baru Presiden Joe Biden mengatakan akan bergabung kembali dalam perjanjian nuklir, tapi hanya setelah Teheran kembali memenuhi semua persyaratan.

Namun Iran, telah menolak permintaan AS untuk membalikan percepatan program nuklirnya sebelum Washington mencabut sanksi Teheran.

Baca juga: Untuk Jembatani Hubungan AS-Iran, Biden Akan Tunjuk Robert Malley Jadi Utusan Khusus

Arab Saudi dan sekutunya, Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan negara Teluk Arab seharusnya terlibat dalam setiap pembicaraan perjanjian nuklir dengan Iran, yang menurut mereka juga harus membahas program rudal balistik Iran dan dukungannya untuk proksi di sekitar Timur Tengah.

Arab Saudi, yang terkunci dalam beberapa perang proksi di kawasan Teluk Arab dengan Teheran termasuk di Yaman, mendukung kampanye "tekanan maksimum" Trump terhadap Iran.

Baca juga: Iran Tolak Ajakan AS untuk Kembali Patuhi Perjanjian Nuklir

Tanggapan untuk Macron

Dalam komentar Macron, yang dikutip oleh televisi Al Arabiya, ia menekankan perlunya menghindari kesalahan dengan mengecualikan negara lain di kawasan Teluk Arab, ketika kesepakatan 2015 dinegosiasikan dan harus memasukkan Arab Saudi.

Macron mengatakan setiap pembicaraan baru tentang kesepakatan nuklir dengan Iran akan sangat "ketat" dan waktu yang sangat singkat untuk mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.

Halaman:

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

Internasional
Terjadi Kecelakaan di Fasilitas Nuklir Iran, Kedua Kalinya di Natanz sejak 2020

Terjadi Kecelakaan di Fasilitas Nuklir Iran, Kedua Kalinya di Natanz sejak 2020

Global
Berniat Gali Harta Karun, Pria Ini Malah Temukan Benda yang Bikin Tersedak

Berniat Gali Harta Karun, Pria Ini Malah Temukan Benda yang Bikin Tersedak

Global
Brasil Bangun Patung Kristus Raksasa Baru, Lebih Tinggi dari Patung Rio de Janeiro

Brasil Bangun Patung Kristus Raksasa Baru, Lebih Tinggi dari Patung Rio de Janeiro

Global
Tentara Rusia Segera Operasikan Robot Tank, Namanya Uran-9

Tentara Rusia Segera Operasikan Robot Tank, Namanya Uran-9

Global
Korban Sipil Tewas di Kudeta Myanmar Capai Lebih dari 700 Orang

Korban Sipil Tewas di Kudeta Myanmar Capai Lebih dari 700 Orang

Global
Jenazah Pangeran Philip Akan Dipindahkan Lagi, Ini Alasannya

Jenazah Pangeran Philip Akan Dipindahkan Lagi, Ini Alasannya

Global
Kisah Kota Emas yang Hilang 3.000 Tahun, Peninggalan Firaun Terkuat di Mesir

Kisah Kota Emas yang Hilang 3.000 Tahun, Peninggalan Firaun Terkuat di Mesir

Global
Polisi Tangkap 2 Pria yang Pakai Monyet untuk Curi Uang Warga

Polisi Tangkap 2 Pria yang Pakai Monyet untuk Curi Uang Warga

Global
Dituding Dominasi Pasar, China Denda Perusahaan Jack Ma Puluhan Triliun

Dituding Dominasi Pasar, China Denda Perusahaan Jack Ma Puluhan Triliun

Global
5 Masjid Tertua di Inggris, yang Pertama Dibangun pada 1889

5 Masjid Tertua di Inggris, yang Pertama Dibangun pada 1889

Internasional
Singgung Laut China Selatan, AS-Filipina Bakal Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Singgung Laut China Selatan, AS-Filipina Bakal Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Global
Pilot Ethiopian Airlines Salah Mendaratkan Pesawatnya di Bandara yang Belum Jadi

Pilot Ethiopian Airlines Salah Mendaratkan Pesawatnya di Bandara yang Belum Jadi

Global
Kota Emas Firaun Mesir yang Hilang 3.000 Tahun Lalu Ditemukan, Begini Penampakannya...

Kota Emas Firaun Mesir yang Hilang 3.000 Tahun Lalu Ditemukan, Begini Penampakannya...

Global
China Akan Campur Beberapa Vaksin Covid-19 agar Lebih Ampuh

China Akan Campur Beberapa Vaksin Covid-19 agar Lebih Ampuh

Global
komentar
Close Ads X