AS Serukan Penarikan Semua Pasukan Rusia dan Turki dari Libya Sesuai Perjanjian

Kompas.com - 29/01/2021, 14:41 WIB
Tentara Nasional Libya (LNA) ketika berjaga kota selatan Sebha Maret lalu. AFP via BBCTentara Nasional Libya (LNA) ketika berjaga kota selatan Sebha Maret lalu.

WASHINHGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) telah menyerukan penarikan segera pasukan Rusia dan Turki dari Libya setelah tenggat waktu bagi mereka untuk pergi diabaikan.

Di bawah gencatan senjata yang didukung PBB yang ditandatangani pada Oktober tahun lalu, pasukan asing dan tentara bayaran ditarik keluar dari Libya dalam tenggat waktu 3 bulan.

Melansir Al Jazeera pada Kamis (28/1/2021), batas waktu itu berlalu pada Sabtu (23/1/2021) tanpa ada pergerakan yang diumumkan maupun diamati di lapangan.

Baca juga: Untuk Jembatani Hubungan AS-Iran, Biden Akan Tunjuk Robert Malley Jadi Utusan Khusus

"Kami menyerukan kepada semua pihak eksternal, termasuk Rusia, Turki dan UEA, untuk menghormati kedaulatan Libya dan segera menghentikan semua intervensi militer di Libya," kata penjabat duta besar AS Richard Mills pada Kamis (28/1/2021).

Hal itu disampaikan Mills selama pertemuan Dewan Keamanan PBB di Libya, yang telah menyaksikan pertempuran selama 1 dekade sejak penggulingan penguasa lama, Muammar Gaddafi.

"Berdasarkan perjanjian gencatan senjata Oktober, kami menyerukan kepada Turki dan Rusia untuk segera memulai penarikan pasukan mereka dari negara tersebut dan pemindahan tentara bayaran asing serta proxy militer yang telah mereka rekrut, biayai, sebarkan dan dukung di Libya," terang Mills.

Baca juga: Sepekan Menjabat Presiden AS, Biden Keluarkan 24 Perintah Eksekutif

Pernyataan AS itu muncul setahun setelah KTT Berlin mempertemukan pendukung dari faksi-faksi utama yang bertikai di Libya, dengan para pemimpin dunia yang berjanji untuk mengakhiri campur tangan asing dan bekerja menuju gencatan senjata permanen.

Melaporkan dari PBB, Al Jazeera melaporkan bahwa perkembangan terbaru kemungkinan besar akan "memusatkan pikiran di Turki dan UEA tentang bagaimana mereka akan membuat kesepakatan dengan pemerintahan Biden yang baru".

Sementara ini, Gedung Putih telah membekukan kesepakatan penjualan senjata yang disetujui oleh pemerintahan Trump, yaitu 50 jet tempur F-35 ke UEA.

Baca juga: Biden Bekukan Penjualan Senjata Miliaran Dollar AS ke Arab Saudi dan UEA

Pasukan asing

PBB memperkirakan ada sekitar 20.000 tentara asing dan tentara bayaran yang membantu pihak lawan di Libya, yaitu Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB di Tripoli dan komandan militer pemberontak Khalifa Haftar di timur.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X