Kompas.com - 29/01/2021, 07:54 WIB
Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan tentang Covid-19, di Ruang Makan Negara Gedung Putih, Selasa (16/1/2021), di Washington DC. AP PHOTO/EVAN VUCCIPresiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan tentang Covid-19, di Ruang Makan Negara Gedung Putih, Selasa (16/1/2021), di Washington DC.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Kamis (28/1/2021) mencabut larangan bantuan dana AS untuk konseling aborsi di luar negeri.

Melansir kantor berita AFP, jelang gerakan tahunan anti-aborsi March for Life, Biden membatalkan apa yang disebut sebagai Mexico City Policy 1984, yang melarang pendanaan AS untuk organisasi nirlaba internasional yang menawarkan konseling sebagai rujukan aborsi.

Langkah itu merupakan satu dari serangkaian tindakan terkait kesehatan yang ditetapkan oleh presiden AS yang baru dilantik itu.

Baca juga: Pengadilan Federal AS Izinkan Texas Larang Aborsi Selama Krisis Virus Corona

 

Tindakan itu dilakukan di tengah pergulatan negeri "Paman Sam" terhadap pandemi Covid-19 dan sistem perawatan kesehatan yang membuat jutaan orang tidak diasuransikan.

"Adalah kebijakan pemerintahan saya untuk mendukung kesehatan dan hak seksual serta reproduksi perempuan juga anak perempuan di Amerika Serikat, serta secara mendunia," ungkap perintah yang ditandatangani Biden.

Pembatasan bantuan dana terkait aborsi itu mendorong upaya AS untuk memajukan kesetaraan gender secara mendunia dengan mengetatkan kemampuan mereka dalam mendukung kesehatan perempuan juga program yang mampu mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender, bunyi pernyataan itu lagi.

Baca juga: Sah, Aborsi Legal di Negara Asal Paus, Argentina

Biden juga memerintahkan untuk meninjau ulang peraturan-peraturan di bawah pemerintahan Donald Trump yang menghalangi pemerintah dalam mendanai klinik-klinik keluarga berencana di AS yang merujuk wanita untuk aborsi.

Tak lama setelah diputuskan Biden, Menteri Luar Negeri AS Antoony Blinken mengatakan bahwa Departemen Luar Negerinya memberikan bantuan sebesar 32,5 juta dollar AS kepada Dana Kependudukan PBB.

Dukungan AS itu dihentikan oleh pemerintahan Trump yang menuduh bahwa dana itu digunakan untuk sterilisasi paksa dan aborsi paksa di China.

Baca juga: Larangan Aborsi di Warsawa, Puluhan Ribu Orang Protes dan Turun ke Jalan

Blinken juga mengatakan bahwa AS akan menarik diri dari Deklarasi Konsensus Jenewa 2020, yang menentang aborsi dan terdiri dari 30 negara.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X