Sempat Tersangkut Skandal Foto Bugil, Selir Raja Thailand Diangkat Jadi Ratu

Kompas.com - 28/01/2021, 16:17 WIB
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (tengah) berjalan bersama selir kerajaan, Sineenat Wongvajirapakdi, di Dermaga Wasukri, Bangkok, pada 26 Januari 2021, dalam perayaan ulang tahun Sineenat ke-36. Sineenat disebut lahir pada 26 Januari 1985. AP PHOTO/-Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (tengah) berjalan bersama selir kerajaan, Sineenat Wongvajirapakdi, di Dermaga Wasukri, Bangkok, pada 26 Januari 2021, dalam perayaan ulang tahun Sineenat ke-36. Sineenat disebut lahir pada 26 Januari 1985.

BANGKOK, KOMPAS.com - Raja Thailand Maha Vajiralongkorn menjadi perbincangan, setelah dilaporkan menganugerahkan gelar ratu kepada selir kerajaan.

Dikabarkan Daily Mail, Sineenat Wongvajirapakdi secara resmi menjadi permaisuri kedua raja pada Selasa (26/1/2021), atau saat ulang tahun ke-36.

Baca juga: 1.400 Foto Seksual Selir Raja Thailand Diyakini Sengaja Disebarkan

Sineenat dan Raja Maha Vajiralongkorn mengenakan pakaian biru yang sama saat mereka melepaskan burung dan ikan di Bangkok, dalam sebuah upacara agama Buddha.

Langkah Raja Thailand berjuluk Rama X menjadikan si selir sebagai ratu menuai kontroversi, bahkan disertai dugaan kekerasan.

Berdasarkan laporan Daily Beast via Knewz Rabu (27/1/2021), sang raja bahkan melukai kakaknya dengan mematahkan pergelangan kaki saat bertengkar.

Saudari Raja Vajiralongkorn dilaporkan terluka karena mempertanyakan keputusan adiknya menjadikan Sineenat Wongvajirapakdi setara dengan Ratu Sutihida.

Rencana itu terjadi beberapa bulan setelah Sineenat diterpa dengan beredarnya pemberitaan mengenai foto bugil dirinya.

Ada sekitar 1.000 foto syur perempuan berpangkat Mayor Jenderal itu, yang disebut disebarkan oleh sosok yang tidak suka padanya.

"Kebanyakan foto yang disebarkan diambil sendiri oleh dirinya, dengan beberapa di antaranya sangatlah eksplisit," kata salah satu penerima foto.

Dalam surat yang dikirimkan kepada pengritik Kerajaan Thailand menyatakan, foto itu dibocorkan oleh kelompok pro-demokrasi.

Saat ini, Raja Thailand sejak 2016 itu mendapatkan tekanan dari kalangan pro-demokrasi, terutama sejak virus corona mewabah.

Massa yang menentang mempertanyakan peran kerajaan di masa pandemi, yang berujung pada penangkapan mereka karena dianggap melakukan penghinaan.

Baca juga: Berdebat Soal Ratu Kedua, Raja Thailand Marah dan Hancurkan Pergelangan Kaki Saudaranya


Sumber Knewz
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, 'Dyatlov Pass' Semakin Misterius

Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, "Dyatlov Pass" Semakin Misterius

Global
Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Global
14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

Global
Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Global
komentar
Close Ads X