Pemerintahan Biden Masukkan Risiko Perubahan Iklim dalam Strategi Militer AS

Kompas.com - 28/01/2021, 08:38 WIB
Kantor Kementerian Pertahanan AS yang lebih dikenal dengan nama Pentagon. Mariordo Camila Ferreira & Mario DuranKantor Kementerian Pertahanan AS yang lebih dikenal dengan nama Pentagon.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pentagon mengatakan pada Rabu (27/1/2021) akan memasukan risiko perubahan iklim dalam simulasi militer dan perang, setelah Presiden Joe Biden menandatangani serangkaian tindakan eksekutif untuk menangani masalah iklim.

Pemerintahan Biden memetakan arah agenda lingkungan, yang menandai dibaliknya kebijakan di bawah Donald Trump, yang berusaha memaksimalkan produksi minyak, gas, dan batu bara dengan menghapus peraturan dan menyepelekan tinjauan lingkungan.

Baca juga: Joe Biden Dikabarkan Izinkan Transgender Daftar Tentara AS

Di bawah pemerintahan Trump, dokumen panduan Pentagon yang dikenal sebagai Strategi Pertahanan Nasional AS tidak memasukkan perubahan iklim sebagai prioritas, seperti yang dilansir dari Reuters pada Kamis (28/1/2021). 

Selama dekade terakhir, pejabat militer dan intelijen AS telah mengembangkan kesepakatan luas tentang ancaman keamanan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.

Baca juga: Joe Biden Kerahkan Intelijen Nasional hingga FBI untuk Tinjau Ekstremis Domestik

Sebagian ancaman karena bencana alam di daerah pesisir yang padat penduduk, kerusakan yang dibawa oleh pangkalan militer AS di seluruh dunia, dan membuka sumber daya alam baru untuk persaingan global.

"Departemen akan segera mengambil tindakan kebijakan yang sesuai untuk memprioritaskan pertimbangan perubahan iklim dalam kegiatan dan penilaian risiko kami, untuk mengurangi pendorong ketidakamanan ini," kata Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

“Sebagai pemimpin dalam antarlembaga, Departemen Pertahanan juga akan mendukung penggabungan analisis risiko iklim ke dalam pemodelan, simulasi, permainan perang, analisis, dan Strategi Pertahanan Nasional berikutnya,” lanjut terangnya.

Dia menambahkan, pada 2019, militer AS menilai dampak terkait iklim pada 79 instalasi.

Fokus Biden pada perubahan iklim telah menyemangati mitra internasional dan pendukung lingkungan.

Baca juga: Kepemimpinan Joe Biden-Kamala Harris Cerminkan Wajah Baru Amerika

Di sisi lain, telah memberikan kekecewaan Big Oil, yang berpendapat bahwa langkah tersebut akan merugikan jutaan pekerjaan Amerika Serikat dan miliaran dolar pendapatan pada saat ekonomi AS yang dilanda pandemi Covid-19.

"Ada sedikit tentang apa yang departemen (pertahanan) lakukan untuk membela rakyat Amerika yang tidak terpengaruh oleh perubahan iklim," kata Austin.

"Ini adalah masalah keamanan nasional, dan kita harus memperlakukannya seperti itu," pungkasnya.

Baca juga: 17 Perintah Eksekutif Joe Biden, Cabut Muslim Travel Ban hingga Gabung Paris Agreement


Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Global
Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Global
Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Global
Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Global
Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Global
Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Global
Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Global
Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Global
Pemimpin Tertinggi Iran Minta Karakter Kartun Perempuan Pakai Hijab

Pemimpin Tertinggi Iran Minta Karakter Kartun Perempuan Pakai Hijab

Global
Arab Saudi Sekarang Izinkan Wanita Bergabung dalam Militer

Arab Saudi Sekarang Izinkan Wanita Bergabung dalam Militer

Global
Putus Asa Cari Suaka, Puluhan Migran Ditemukan Sembunyi dalam Pecahan Kaca dan Abu Beracun

Putus Asa Cari Suaka, Puluhan Migran Ditemukan Sembunyi dalam Pecahan Kaca dan Abu Beracun

Global
komentar
Close Ads X