Dituduh Curi Ikan, 2 Kapal Nelayan China Ditangkap Vanuatu

Kompas.com - 28/01/2021, 07:29 WIB
Salah satu sudut Vanuatu. TelegraphSalah satu sudut Vanuatu.

PORT VILA, KOMPAS.com – Dua kapal penangkap ikan China ditahan otoritas Vanuatu di dengan tuduhan melakukan pencurian ikan di perairan teritorial Vanuatu.

Insiden tersebut merupakan pertama kalinya kapal China dituduh melakukan aktivitas penangkapan ikan ilegal di wilayah Vanuatu.

Penahanan dua kapal penangkap ikan China tersebut terjadi berselang hanya sebulan setelah Palau menahan kapal berbendera China yang dilaporkan secara ilegal memanen teripang.

Dua kapal yang ditangkap Vanuatu tersebut bernama Dong Gang Xing 13 dan Dong Gang Xing 16.

Dilansir dari The Guardian, Senin (25/1/2021), kedua kapal penangkap ikan tersebut dilaporkan sedang memancing di perairan utara Vanuatu dekat pulau-pulau terpencil Torres.

Baca juga: Dianggap Lebih Akurat Deteksi Covid-19, China Pakai Metode Swab Anal

Kementerian Perikanan Vanuatu, bersama dengan sayap maritim dari kepolisian dan pesawat pengintai angkatan laut Perancis dari Kaledonia Baru, memantau kapal-kapal tersebut sebelum akhirnya ditahan oleh kapal patroli Vanuatu.

Kedua kapal penangkap ikan itu berlabuh sebentar di kota Luganville di utara, beberapa ratus meter dari dermaga yang didanai China.

Dermaga tersebut telah menjadi subjek rumor yang tersebar luas bahwa tempat itu dapat berfungsi sebagai pangkalan militer China.

Setelah didekati kapal patroli Vanuatu, kedua kapal tersebut diperintahkan untuk berlayar ke Port Vila. Kedua kapal itu berlabuh di dermaga yang tidak digunakan di ibu kota.

Baca juga: Presiden China Peringatkan Konsekuensi “Perang Dingin Baru,” Singgung Biden?

"Awak kapal penangkap ikan akan menjalani penyelidikan lebih lanjut setelah menjalani karantina," kata polisi Vanuatu dalam sebuah pernyataan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X