Nekat "Serbu" New Delhi dengan Traktor, Ini Penjelasan Aksi Protes Petani India

Kompas.com - 27/01/2021, 17:54 WIB
Para petani yang memprotes bergerak menuju Benteng Merah yang bersejarah setelah melanggar barikade polisi selama perayaan Hari Republik India di New Delhi, India, Selasa, 26 Januari 2021. Puluhan ribu petani mengemudikan konvoi traktor ke ibu kota India saat negara itu merayakan Hari Republik. AP/ALTAF QADRIPara petani yang memprotes bergerak menuju Benteng Merah yang bersejarah setelah melanggar barikade polisi selama perayaan Hari Republik India di New Delhi, India, Selasa, 26 Januari 2021. Puluhan ribu petani mengemudikan konvoi traktor ke ibu kota India saat negara itu merayakan Hari Republik.

NEW DELHI, KOMPAS.com – Para petani India selama berbulan-bulan berkemah di pinggiran New Delhi sebagai protes terhadap undang-undang pertanian yang baru.

Pada Selasa (26/1/2021), ribuan orang menyerbu New Delhi dengan mengendarai traktor sehingga membentuk antrean panjang ke ibu kota India itu.

Mereka menerobos barikade polisi, menerjang gas air mata, dan menyerbu Benteng Merah bersejarah saat negara itu merayakan Hari Republik.

AFP merangkum permasalahan di sektor pertanian di India dan tantangan Perdana Menteri India Narendra Modi sejak berkuasa pada 2014.

Baca juga: Puluhan Ribu Petani India Kendarai Traktor Serbu Ibu Kota untuk Memprotes Modi

Bagaimana keadaan pertanian India?

Sektor pertanian India sangat luas dan di sisi lain dinilai bermasalah.

Pertanian menyediakan mata pencaharian bagi hampir 70 persen dari 1,3 miliar rakyat India dan menyumbang sekitar 15 persen dari perekonomian India.

"Revolusi Hijau" yang dicanangkan pada dekade 1970-an mengubah India dari negara yang sering kekurangan pangan menjadi negara yang surplus bahan pangan, bahkan menjadi eksportir.

Tetapi selama beberapa dekade terakhir, pendapatan dari sektor pertanian sebagian besar mengamali stagnasi dan sektor ini sangat membutuhkan investasi dan modernisasi.

Lebih dari 85 persen petani memiliki lahan kurang dari dua hektare.

Kurang dari satu dari seratus petani memiliki lebih dari 10 hektare, menurut survei Kementerian Pertanian India pada 2015 hingga 2016.

Baca juga: Puluhan Orang Tewas dalam Protes Petani di India

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X