3 Pekan Pasca-Kerusuhan Kepala Kepolisian Gedung Capitol Minta Maaf dan Ungkap "Kegagalan"

Kompas.com - 27/01/2021, 08:55 WIB
Pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka. ANTARA FOTO/REUTERS/STEPHANIE KEPendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pejabat tinggi keamanan Gedung Capitol, AS meminta maaf pada Selasa (26/1/2021) setelah 3 pekan dari "kegagalan" dalam serangan mematikan di wilayahnya oleh pendukung Donald Trump yang berupaya menghentikan sertifikasi kemenangan Joe Biden.

Pejabat itu secara khusus mengakui sejumlah tindakan salah langkah, di antaranya intelijen yang bertentangan, persiapan yang tidak memadai, mobilisasi yang kurang dari badan terkait.

Kemudian, ia menyerukan untuk adanya peningkatan dalam sistem akuntabilitas dan struktur komunikasi.

Baca juga: Ayah Terlibat Kerusuhan Gedung Capitol, Anak Sendiri Ketakutan Lapor ke FBI

"Saya di sini untuk menyampaikan permintaan maaf saya yang tulus atas nama departemen," ujar Yolanda Pittman, pejabat yang bertindak sebagai Kepala Kepolisian Gedung Capitol seperti yang dilansir dari Reuters pada Rabu (27/1/2021).

"Departemen gagal memenuhi standar tingginya sendiri serta standar kepada Anda," imbuhnya.

Sekitar puluhan pejabat dari berbagai lembaga termasuk FBI, Garda Nasional, Departemen Kehakiman, dan Kepolisian Capitol AS memberi pengarahan kepada para anggota DPR yang menyelidiki peristiwa 6 Januari.

Setelah itu, Perwakilan Demokrat Tim Ryan mengatakan kepada wartawan bahwa petugas polisi yang menjaga Gedung Capitol, diperintahkan untuk tidak menggunakan kekuatan mematikan terhadap massa yang marah dan mencoba masuk untuk melakukan tindakan kekerasan maupun merusak bangunan bersejarah.

Baca juga: Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

"Itu adalah arahan yang diberikan kepada mereka," kata Ryan.

Ia juga menyampaikan bahwa setelah lockdown diperintahkan di Gedung Capitol dan gedung-gedung yang berdekatan, itu tidak sepenuhnya diberlakukan.

"Anda masih dapat melihat orang-orang yang keluar masuk...semuanya perlu ditinjau ulang," kata Ryan, yang memimpin subkomite Alokasi DPR yang mengawasi Polisi Capitol AS dan pendanaannya.

Halaman:

Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X