PM Italia Giuseppe Conte Resmi Mundur, Serahkan Wewenang ke Presiden

Kompas.com - 26/01/2021, 20:33 WIB
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte berbicara selama pidato terakhirnya di Senat sebelum mosi tidak percaya, di Roma, Selasa (19/1/2021). AP PHOTO/YARA NARDIPerdana Menteri Italia Giuseppe Conte berbicara selama pidato terakhirnya di Senat sebelum mosi tidak percaya, di Roma, Selasa (19/1/2021).

ROMA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte resmi mengundurkan diri pada Selasa (26/1/2021), dan menyerahkan wewenang ke Presiden Sergio Mattarella.

Conte mengungkap pengunduran dirinya bertujuan membentuk pemerintahan baru yang lebih kuat.

Kantor Mattarella mengatakan, presiden sudah menerima pengunduran diri Giuseppe Conte dan berhak memutuskan (apa yang harus dilakukan selanjutnya), serta mengundah pemerintah untuk tetap menjabat sebagai pengurus.

Baca juga: Masalah Pandemi dan Ekonomi Melanda, Perdana Menteri Italia Pilih Mengundurkan Diri

Mattarella sebagai penengah utama krisis politik Italia berujar, dia akan memulai serangkaian diskusi dengan para pemimpin partai pada Rabu sore (27/1/2021) waktu setempat.

Rapat dijadwalkan berlangsung sampai Kamis (28/1/2021), sebagaimana diwartakan AFP.

Conte diperkirakan akan menyusun kekuatan baru untuk membentuk pemerintahannya di tahun ketiga, tetapi tergantung pada kemampuannya memperluas mayoritas parlemen.

Baca juga: Pfizer dan AstraZeneca Tunda Pengiriman Vaksin Covid-19, Italia Ambil Jalur Hukum

Sekarang dia bisa mengandalkan Five Star Movement yang populis, Partai Demokrat kiri-tengah, dan partai kiri yang lebih kecil yaitu Equals Party.

Eks PM Matteo Renzi dari partai Italia Viva yang menarik diri dari koalisi dua minggu lalu, serta para oposisi sentris, berada dalam tekanan untuk berganti pihak dan mendukung pemerintahan baru, tetapi tidak harus dengan Conte di pucuk pimpinan.

Baca juga: Kisah di Balik Kue-kue Italia yang Bentuknya Tak Senonoh


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X