Masalah Pandemi dan Ekonomi Melanda, Perdana Menteri Italia Pilih Mengundurkan Diri

Kompas.com - 26/01/2021, 12:41 WIB
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte berbicara selama pidato terakhirnya di Senat sebelum mosi tidak percaya, di Roma, Selasa (19/1/2021). AP PHOTO/YARA NARDIPerdana Menteri Italia Giuseppe Conte berbicara selama pidato terakhirnya di Senat sebelum mosi tidak percaya, di Roma, Selasa (19/1/2021).

ROMA, KOMPAS.comPerdana Menteri Italia Giuseppe Conte berencana mengundurkan diri Selasa (26/1/2021), melansir The Washington Post.

Langkahnya itu memperpanjang kekacauan politik Italia dan berisiko mempersulit respons virus corona.

Kantor Conte mengatakan dalam sebuah pernyataan Senin malam (25/1/2021) bahwa dia akan memberi tahu para menteri soal pengunduran dirinya. Baru kemudian akan bertemu dengan presiden negara itu, Sergio Mattarella, untuk mengajukan pengunduran dirinya.

Keputusan Conte membuat Italia tidak memiliki jalur yang jelas untuk membangun kembali pemerintahan yang dapat dijalankan. Sementara negara tersebut mencoba mengelola krisis kesehatan pandemi dan kampanye vaksin yang melambat karena kekurangan pasokan dari Pfizer-BioNTech.

Masih ada kemungkinan Conte bisa kembali sebagai perdana menteri dengan pemerintahan yang komposisinya diatur ulang.

Tapi kemungkinan besar, partai yang baru-baru ini membelot dari koalisinya bisa berbalik. Mengajukan orang lain menggantikan Conte di puncak pimpinan.

Jika opsi-opsi itu gagal, Italia akan dihadapkan pada semacam kesatuan pemerintahan yang tidak dipilih secara langsung. Atau orang Italia bisa kembali ke tempat pemungutan suara, di mana sayap kanan akan lebih disukai untuk memenangkan kekuasaan.

“Ini sangat rumit,” kata Giovanni Orsina, direktur Sekolah Pemerintahan Universitas Luiss Guido Carli di Roma.

Menurutnya pemilihan awal tetap "paling kecil kemungkinannya" dari skenario apa pun. Tapi tampaknya ada hal lain yang sedang dilakukan.

Baca juga: Pfizer dan AstraZeneca Tunda Pengiriman Vaksin Covid-19, Italia Ambil Jalur Hukum

Italia selama setahun terakhir telah mengalami salah satu angka kematian akibat virus corona tertinggi di dunia, 85.000 korban. Sementara itu, perlambatan ekonomi mencapai rekor terburuk yang pernah dicatat akibat jatuhnya pariwisata.

Italia dikenal dengan perdana menteri jangka pendek dan divisi regional. Namun secara mengejutkan Conte menjadi wajah respons pandemi yang dikoordinasikan dari atas ke bawah.

Dia mengumumkan penguncian dan berbagai keputusan dalam konferensi berita larut malam.

Untuk sementara, pandemi telah menciptakan perdamaian yang tidak nyaman di antara faksi politik Italia.

Tapi kondisi itu pecah bulan ini ketika mantan perdana menteri, Matteo Renzi, menarik dukungan partai kecilnya untuk koalisi yang berkuasa. Renzi menyebutkan bagaimana pemerintah tidak cakap mengelola pemulihan ekonomi.

Sementara banyak pakar serta mayoritas orang Italia merasa Renzi memicu krisis, karena penghinaan pribadinya terhadap Conte, seorang rekan sentris yang ia pandang sebagai pesaing untuk mendapatkan dukungan pemilih.

Langkah tersebut, meskipun tidak populer, telah melemahkan kekuatan Conte.

Tanpa dukungan Renzi, pemerintah mayoritas tipis yang nyaris tidak dapat dikelola, berubah menjadi pemerintahan minoritas yang lumpuh.

Baca juga: 3 Hakim yang Awasi Sidang 355 Anggota Mafia Italia Minta Mundur

Conte pekan lalu lolos dari mosi tidak percaya, tetapi hanya karena partai Renzi abstain dari berpartisipasi.

Keberhasilannya melewati 2,5 tahun menjabat sebagai perdana menteri sendiri adalah suatu kejutan.

Dia dipilih begitu saja, sebagai pengacara tanpa pengalaman politik, untuk memimpin koalisi populis sebelumnya yang didominasi oleh retorika oleh sayap kanan.

Ketika pemerintahan itu pecah, Conte tetap bertahan, kali ini untuk memimpin pemerintahan pro-Eropa. Partainya secara eksplisit mencoba untuk mencegah pemilihan dan menjauhkan sayap kanan dari kekuasaan.

Orsina menyebut Conte "seorang navigator, sosok yang sangat mudah beradaptasi." Seseorang yang dapat mengubah dirinya untuk pemerintahan yang berbeda, karena Conte dinilai tidak memiliki ideologi politik yang jelas.

Pemerintah Italia berikutnya - dan pemimpin - akan diputuskan dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

Presiden Mattarella, yang memiliki kekuasaan konstitusional yang luas selama periode krisis politik, mengawasi negosiasi.

Baca juga: 500 Kerabat Korban Virus Corona di Italia Gugat Pemerintah Rp 1,7 Triliun

Dua partai sayap kanan utama, League and Brothers of Italy, yang bersama-sama mendapat dukungan dari sekitar 40 persen orang Italia, mengatakan satu-satunya solusi adalah kembali ke tempat pemungutan suara.

Partai-partai kecil tampak lebih terbuka terhadap kesepakatan yang menghindari pemilihan waktu pandemi.

Mantan perdana menteri Silvio Berlusconi, sekarang pemimpin Forza Italia, mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Senin bahwa selain pemilihan, satu-satunya jalan adalah "pemerintahan baru yang mewakili kesatuan substansial negara dalam keadaan darurat."

 

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petani Kecil Lebanon Ramai-ramai Beralih Tanam Ganja di Tengah Krisis Ekonomi

Petani Kecil Lebanon Ramai-ramai Beralih Tanam Ganja di Tengah Krisis Ekonomi

Global
Pekerja Medis Jalankan Prosedur Suntik Pantat Sambil Sidang Virtual, Pasiennya Terekspos

Pekerja Medis Jalankan Prosedur Suntik Pantat Sambil Sidang Virtual, Pasiennya Terekspos

Global
Predator Seksual Dorong Istri ke Tebing Saat Bulan Madu di Bali

Predator Seksual Dorong Istri ke Tebing Saat Bulan Madu di Bali

Global
[Sejarah Islam] Perjalanan Unta dari Andalan Transportasi hingga Jadi Ikon Bangsa

[Sejarah Islam] Perjalanan Unta dari Andalan Transportasi hingga Jadi Ikon Bangsa

Global
139 Petugas Medis di Myanmar Hadapi Ancaman Penjara Junta Militer

139 Petugas Medis di Myanmar Hadapi Ancaman Penjara Junta Militer

Global
Nelayan Inggris Temukan Lobster Biru Langka, 1 dari 2 Juta Kemungkinan

Nelayan Inggris Temukan Lobster Biru Langka, 1 dari 2 Juta Kemungkinan

Global
Derek Chauvin Dijebloskan ke Sel Keamanan Maksimum, 23 Jam Diisolasi

Derek Chauvin Dijebloskan ke Sel Keamanan Maksimum, 23 Jam Diisolasi

Global
Kisah Gado-gado yang Jadi 'Raja Salad' di Ibu Kota Finlandia...

Kisah Gado-gado yang Jadi "Raja Salad" di Ibu Kota Finlandia...

Global
Masjid-masjid di Gaza Tutup untuk Shalat Tarawih, Ikuti Aturan Malam Covid-19

Masjid-masjid di Gaza Tutup untuk Shalat Tarawih, Ikuti Aturan Malam Covid-19

Global
Perbaiki Hubungan dengan AS, NATO Bakal Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi

Perbaiki Hubungan dengan AS, NATO Bakal Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi

Global
Ada Patung Wanita Menyusui Ibu Mertua, Taman di China Banjir Kritikan

Ada Patung Wanita Menyusui Ibu Mertua, Taman di China Banjir Kritikan

Global
Video Viral Pengemudi Tesla Marah-marah karena Rem Blong dan Hampir Tewas

Video Viral Pengemudi Tesla Marah-marah karena Rem Blong dan Hampir Tewas

Global
Penampakan 'Bayi Dinosaurus' Berlari di Halaman Rumah Tertangkap Kamera

Penampakan "Bayi Dinosaurus" Berlari di Halaman Rumah Tertangkap Kamera

Global
Ukur Kesehatan Tanah, Ilmuwan Akan Kubur Celana Dalam

Ukur Kesehatan Tanah, Ilmuwan Akan Kubur Celana Dalam

Global
Kisah Terlupakan 6 Orang China Saksi Hidup Titanic Dibuatkan Film Dokumenter

Kisah Terlupakan 6 Orang China Saksi Hidup Titanic Dibuatkan Film Dokumenter

Global
komentar
Close Ads X