Pasangan Bos Kasino Tipu Pemerintah Daerah untuk dapat Vaksin Covid-19 Lebih Cepat

Kompas.com - 26/01/2021, 12:32 WIB

WHITEHORSE, KOMPAS.com - Seorang bos kasino dan istrinya didakwa telah melakukan penipuan terhadap otoritas pemerintah untuk mendapatkan vaksin Covid-19 lebih cepat.

CEO Great Canadian Gaming Corp, Rod Baker, dan istrinya, Ekaterina, melakukan perjalanan ke teritori Yukon utara yang terpencil untuk mendapatkan suntikan vaksin virus corona.

Berdasarkan data, wilayah Yukon utara dikatehui adalah rumah bagi banyak penduduk asli, memiliki tingkat vaksinasi yang lebih cepat dari pada di wilayah Kanada lainnya.

Baca juga: Vaksin Moderna Disebut Para Ilmuwan Bekerja terhadap Varian Baru Virus Corona

Melansir BBC pada Selasa (26/1/2021), untuk mendapatkan vaksin virus corona lebih cepat, pasangan bos kasino itu menyamar sebagai pekerja motel.

Penyemaran mereka baru diketahui pada pekan lalu, setelah meminta untuk diantar ke bandara segera setelah vaksinasi dilakukan di komunitas kecil Beaver Creek, di perbatasan dengan negara bagian Alaska, AS.

Baca juga: Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

"Saya marah dengan perilaku egois ini," kata Menteri Layanan Masyarakat Yukon, John Streicker.

"Kami tidak pernah membayangkan bahwa seseorang akan melakukan hal seperti ini untuk menyesatkan atau menipu," tambahnya.

Baca juga: Pfizer dan AstraZeneca Tunda Pengiriman Vaksin Covid-19, Italia Ambil Jalur Hukum

Kepala Bangsa Pertama Sungai Putih Angela Demit, pemimpin negara adat setempat, juga telah mengomentari tindakan penipuan pasangan orang kaya itu di halaman Facebook-nya.

"Kami sangat prihatin dengan tindakan individu yang menempatkan orang tua dan orang yang rentan dalam risiko untuk melompati batas demi tujuan egois," ujarnya.

Baca juga: Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Setelah ketahuan menipu, CEO dari perusahaan bernilai hampir 2 miliar dollar AS (Rp 28,2 triliun) itu akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya.

Sementara itu, pasangan suami-istri tersebut didenda karena gagal mengisolasi diri selama 14 hari setelah tiba di Yukon dari kota Vancouver. Namun, dalam berita BBC tidak disebutkan nominal denda yang harus dibayar mereka. 

Baca juga: Potong Antrean Vaksinasi Covid-19, Jenderal di Spanyol Ini Mengundurkan Diri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.