Vaksin Seperempat Penduduknya, Israel Lanjutkan Inokulasi Remaja

Kompas.com - 25/01/2021, 16:29 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam foto tengah bersiap untuk menerima vaksin virus corona di Sheba Medical Center, rumah sakit terbesar di negara itu, di Ramat Gan dekat kota pesisir Tel Aviv, pada 19 Desember 2020. AFP/AMIR COHENPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam foto tengah bersiap untuk menerima vaksin virus corona di Sheba Medical Center, rumah sakit terbesar di negara itu, di Ramat Gan dekat kota pesisir Tel Aviv, pada 19 Desember 2020.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel mulai memberikan vaksin Covid-19 kepada remaja. Pejabat kesehatan mengatakan, kampanye inokulasi terus didorong, dengan seperempat populasi sekarang sudah divaksinasi.

“Sejak peluncuran vaksinasi satu bulan lalu, lebih dari 2,5 juta dari sembilan juta penduduk Israel telah divaksinasi,” kata Kementerian Kesehatan Israel pada Jumat (22/1/2021), melansir AFP.

Keputusan memperluas kampanye untuk menyertakan remaja dilakukan beberapa hari setelah Israel memperpanjang aturan lockdown nasional.

Penguncian wilayah secara luas itu merupakan yang ketiga kalinya sebagai upaya pengendalian infeksi virus corona yang masih melonjak. Lockdown dilakukan pada Selasa (19/1/2021) sampai akhir bulan ini.

Baca juga: CDC: Alergi Parah dari Vaksin Covid-19 Moderna Sangat Jarang Terjadi

Kementerian Kesehatan Israel pada Kamis (21/1/2021) mengumumkan akan mengizinkan inokulasi siswa sekolah menengah berusia 16-18 tahun, dengan persetujuan orangtua.

Lembaga Pembiayaan Kesehatan Terbesar negara itu, Clalit, sudah memberikan suntikan kepada remaja pada Sabtu pagi, menurut situs webnya. Sementara tiga lembaga yang lebih kecil akan memulai kampanye mereka setelahnya.

Israel mulai memberikan vaksin pada 20 Desember. Gelombang pertama dimulai dengan profesional kesehatan. Dengan cepat vaksinasi berlanjut ke kelompok lansia, sakit dan berisiko.

Kemudian, usia minimum mereka yang berhak mendapatkan suntikan diturunkan. Mulai Sabtu (23/1/2021), orang berusia 40 tahun ke atas juga diizinkan mendapatkan vaksin.

Baca juga: Pabrik Vaksin Covid-19 Terbesar di Dunia Terbakar, 5 Orang Tewas

Menurut Kementerian Kesehatan, hingga Jumat hampir 2,5 juta orang telah menerima yang pertama dari dua dosis, dengan 900.000 di antaranya mendapatkan yang kedua juga.

Negara tersebut mendapatkan stok besar vaksin Pfizer-BioNTech dan telah berjanji untuk membagikan data dampak secara cepat dengan pabrikan vaksin AS-Jerman tersebut.

“Kampanye vaksinasi yang cepat akan memberi kita kemungkinan untuk mengatasi virus corona, muncul darinya, membuka ekonomi dan menghidupkan kembali rutinitas," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (19/1/2021).

Baca juga: China Akan Sumbangkan 500.000 Dosis Vaksin Covid-19 ke Pakistan

 

Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X