Kompas.com - 25/01/2021, 11:03 WIB
Screengrab akun resmi Twitter media The New York Times. SCREENGRAB UNGGAHAN NEW YORK TIMES TWITTERScreengrab akun resmi Twitter media The New York Times.

Ketika ada wabah di China Utara, termasuk di Hebei dan Jilin, warga Wuhan panik membeli bahan makanan di supermarket, mengantisipasi lockdown kembali.

"Orang-orang Wuhan dengan mudah waspada bahkan dengan sedikit masalah saja. Bekas luka akan tetap ada dalam ingatan warga Wuhan selamanya, bahkan sentuhan lembut pada luka itu saja masih terasa menyakitkan," ujar Xingxu.

Xingxu, rupanya juga mengomentari istilah "mengobati rasa sakit setelah bekas luka sembuh" yang ditulis media Amerika Serikat (AS) New York Times.

Menurut Xingxu, istilah itu tidak tepat menggambarkan situasi Wuhan saat ini.

Baca juga: Intelijen AS Sebut Peneliti Lab Wuhan Alami Gejala Covid-19 di Musim Gugur 2019

"Saya yakin AS sudah melupakan rasa sakitnya sementara bekas luka masih berdarah. Mungkin mereka sudah kehilangan rasa sakit, bahwa orang yang terbunuh akibat virus corona dianggap telah menjadi normal baru.

Chen merasa kesal dengan laporan seperti itu, dan mengatakan bahwa observasi makalah itu sepenuhnya salah.

“Saya yakin AS sudah melupakan rasa sakitnya sementara bekas luka masih berdarah. Mungkin mereka sudah kehilangan rasa sakit, bahwa orang yang terbunuh oleh virus corona di negara ini telah menjadi normal baru."

Meski begitu, Xingxu juga menjelaskan bahwa keadaan yang dilemahkan akibat corona ini tidak membuat orang Wuhan dendam atau mengeluh.

“Setelah melihat apa yang terjadi di negara-negara Barat, kami sangat bersyukur masih bisa menikmati hidup. Bersyukur dan bersyukur itulah yang diajarkan pandemi kepada orang-orang Wuhan,” kata Xingxu.

Baca juga: Masalah Kesehatan yang Masih Dialami Penyintas Covid-19 Wuhan Setelah Sembuh

4. Pandemi mengubah pola pikir

Setahun berlalu, penghalang jalan di seluruh Wuhan telah lama hilang tapi kebiasaan menjaga kebersihan seperti memakai masker, mendisinfeksi segala sesuatu yang bisa didisinfeksi, menghindari keramaian masih diterapkan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X