Israel Buka Kedutaan Pertama di Uni Emirat Arab

Kompas.com - 25/01/2021, 08:34 WIB
Kiri ke kanan: Penasihat Keamanan Nasional Israel Meir Ben-Shabbat, Penasihat Senior Presiden Amerika Serikat Jared Kushner, dan Penasihat Keamanan Nasional UEA Tahnoun bin Zayed Al Nahyan, dalam pertemuan trilateral di Abu Dhabi, UEA, 31 Agustus 2020. WAM via REUTERSKiri ke kanan: Penasihat Keamanan Nasional Israel Meir Ben-Shabbat, Penasihat Senior Presiden Amerika Serikat Jared Kushner, dan Penasihat Keamanan Nasional UEA Tahnoun bin Zayed Al Nahyan, dalam pertemuan trilateral di Abu Dhabi, UEA, 31 Agustus 2020.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel mengumumkan pembukaan Kedutaan Besar di Uni Emirat Arab pada Minggu (24/1/2021), 4 bulan lebih dari penandatanganan Abraham Accord yang menormalisasi hubungan Negara Yahudi dengan Monarki di Semenanjung Arab itu.

Melansir Voice of America, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan. 

"Kedutaan Israel di Abu Dhabi telah resmi dibuka hari ini dengan kedatangan diplomat Eitan Na'eh." 

Baca juga: Rasanya Seperti Mengangkat Tirai Besi, Pengakuan Rakyat Israel Setelah Damai dengan UEA

Keterangan itu juga menambahkan bahwa delegasi dari Israel itu akan bekerja ke depannya untuk menguatkan hubungan antar Israel- UEA.

Kedutaan Israel yang bertempat di kantor sementara akan mendorong spektrum penuh akan hubungan kedua negara, ungkap Otoritas Israel.

Baca juga: Mengapa Negara-negara Arab Kini secara Resmi Mengakui Israel?

Kepala diplomasi Israel Gabi Ashkenazi mengatakan bahwa pembukaan kedutaan itu akan melengkapi dan meningkatkan perkembangan hubungan yang potensial antara Israel-UEA.

Sejauh ini, Israel telah menormalisasi hubungan dengan 4 negara Arab; UEA, Bahrain, Sudan, Maroko di bawah dukungan mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pemerintah Israel secara resmi menyetujui kesepakatan dengan Maroko pada Minggu, walau masih harus mendapatkan "lampu hijau" dari para deputi.

Baca juga: Ponsel Jurnalis Al Jazeera Diretas Spyware Bikinan Israel, Arab Saudi dan UEA Dituduh Jadi Dalangnya

Usai serangkaian normalisasi dilakukan, banyak kesepakatan dagang yang ditandatangani antara Israel dengan UEA. Mulai dari bidang pertanian, pangan, pariwisata dan sektor teknologi tinggi.

Anak perusahaan Israel dari raksasa Perancis EDF baru-baru ini juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan UEA di bidang energi terbarukan yang bertujuan menjadikan negara Yahudi itu pemimpin dunia dalam energi surya.

Baca juga: Tahanan Palestina Dapat Vaksin Covid-19 di Penjara Israel

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X