7.000 Garda Nasional Akan Bertahan di Washington DC hingga Maret

Kompas.com - 25/01/2021, 08:06 WIB
Pasukan Garda Nasional bersiap mengamankan pelantikan Joe Biden sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat, pada 20 Desember 2021. Pengamanan diperketat akibat tingginya risiko keamanan usai penyerbuan Capitol Hill oleh massa pro-Trump pada 6 Januari. AP PHOTO/J SCOTT APPLEWHITEPasukan Garda Nasional bersiap mengamankan pelantikan Joe Biden sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat, pada 20 Desember 2021. Pengamanan diperketat akibat tingginya risiko keamanan usai penyerbuan Capitol Hill oleh massa pro-Trump pada 6 Januari.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Ribuan pasukan Garda Nasional direncanakan tetap berada di ibu kota Amerika Serikat (AS) hingga pertengahan Maret.

Seorang pejabat pertahanan AS mengkonfirmasi kepada Fox News, Garda Nasional sedang dalam proses pertemuan dengan sejumlah badan federal. Diskusi dilakukan untuk menentukan persyaratan bagi pasukan yang tetap bertugas setelah Januari.

“Perencanaan sedang dilakukan, tetapi belum ada keputusan akhir yang dibuat,” kata pejabat itu mengutip New York Post pada Sabtu (23/1/2021).

Sekitar 25.000 Pengawal dikerahkan ke Washington DC, menjelang pelantikan Presiden Biden setelah pengepungan Capitol AS pada 6 Januari. Saat itu pihak berwenang kalah jumlah dengan pendukung pro-Trump.

Baca juga: Jill Biden Sebut Dirinya Ibu Garda Nasional Sambil Ucapkan Terima Kasih dan Bagikan Kue

Insiden itu berlangsung hanya berakhir dengan beberapa penangkapan kecil. Sekitar selusin pasukan Pengawal dicopot dari jabatan mereka setelah diperiksa oleh FBI, termasuk dua orang yang membuat pernyataan ekstremis tentang peristiwa tersebut.

Dalam sebuah pernyataan Kamis (21/1/2021), Garda Nasional mengatakan sekitar 7.000 tentara akan tetap berada di Washington sampai "akhir bulan."

Tetapi ada kekhawatiran di antara beberapa otoritas kota dan federal bahwa pengunjuk rasa mungkin kembali ke Washington pada awal Maret. Tepatnya pada tanggal pelantikan presiden semula, 4 Maret.

Baca juga: Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

Semula Presiden AS yang baru tidak dilantik hingga Maret setelah pemilihan.

Namun, setelah Abraham Lincoln terpilih pada November (1860) dan sebelum pelantikannya pada Maret (1961), perang sipil terjadi. Insiden itu memecah enam negara bagian selatan AS. Periode ini dikenal sebagai "Musim Dingin Pemisahan".

Amandemen ke-20 kemudian memindahkan pelantikan ke 20 Januari yang digunakan saat ini. Franklin D Roosevelt adalah presiden pertama yang dilantik pada tanggal itu, ketika dia memulai masa jabatan keduanya pada 1937.

Anggota parlemen dari kedua partai politik marah minggu ini setelah mengetahui bahwa pasukan dipaksa untuk beristirahat di luar Capitol.

Gambar yang beredar online menunjukkan Penjaga berkemah di garasi yang dingin, yang mendorong seruan bipartisan untuk penyelidikan.

Baca juga: Lebih dari 150 Garda Nasional yang Berjaga di Pelantikan Joe Biden Positif Covid-19


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X