Jerman Beli 200.000 Obat Covid-19 yang Dipakai Trump

Kompas.com - 25/01/2021, 06:32 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pernyataan mengenai obat Regeneron yang dipakai untuk menyembuhkannya dari Covid-19 di depan Ruang Oval, Gedung Putih, pada 7 Oktober 2020. Twitter via Sky NewsPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pernyataan mengenai obat Regeneron yang dipakai untuk menyembuhkannya dari Covid-19 di depan Ruang Oval, Gedung Putih, pada 7 Oktober 2020.

BERLIN, KOMPAS.com - Jerman akan menjadi negara Uni Eropa pertama yang menggunakan pengobatan antibodi eksperimental, yang dikonsumsi Donald Trump untuk sembuh dari Covid-19.

Pengumuman itu disampaikan Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, pada Minggu (24/1/2021).

"Pemerintah sudah membeli 200.000 dosis seharga 400 juta euro (Rp 6,8 triliun)," kata Spahn kepada suarat kabar Bild am Sonntag. Ia menambahkan, harga per dosisnya adalah 2.000 euro (Rp 34,15 juta).

Baca juga: Botol Isi Udara Inggris Dibandrol Rp 480.160 untuk Obat Rindu Kampung Halaman

Juru bicara Kementerian Kesehatan Jerman berkata ke AFP, para pasien Covid-19 akan mendapatkannya secara gratis.

Dua jenis obat yang disebut terapi antibodi monoklonal itu akan tersedia di rumah-rumah sakit universitas mulai minggu ini.

Spahn menerangkan, Jerman adalah negara pertama di Uni Eropa yang menerapkannya dalam perang melawan pandemi virus corona.

Kedua obat tersebut sudah mendapat persetujuan darurat di Amerika Serikat (AS), tetapi belum memiliki izin dari regulator Eropa.

Baca juga: Positif Covid-19, Donald Trump Diberi Cocktail Antibodi Regeneron, Apa Itu?

Juru bicara Kemenkes Jerman menerangkan, regulator nasional Jerman di Institut Paul Ehrlich (PIE) menetapkan penggunaan obat prinsipnya diizinkan berdasarkan kasus per kasus, diputuskan oleh dokter.

Izin juga dikeluarkan untuk mencegah penyakit bertambah parah, atau melonjaknya pasien rawat inap di kelompok berisiko tertentu.

Jerman membeli campuran antibodi Casirivimab/Imdevimab dari Regeneron, serta obat antibodi Bamlavinimab dari perusahaan AS lainnya, Eli Lilly.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Global
Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, 'Dyatlov Pass' Semakin Misterius

Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, "Dyatlov Pass" Semakin Misterius

Global
Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Global
14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

Global
komentar
Close Ads X