Perjanjian Larangan Senjata Nuklir Diberlakukan, PBB Berharap Keamanan Bersama Tercapai

Kompas.com - 24/01/2021, 22:50 WIB
Militer Rusia melakukan latihan komprehensif atas kekuatan nuklir strategisnya melalui latihan peluncuran beberapa rudal, pada Rabu (9/12/2020). AP PHOTOMiliter Rusia melakukan latihan komprehensif atas kekuatan nuklir strategisnya melalui latihan peluncuran beberapa rudal, pada Rabu (9/12/2020).

JENEWA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) Antonio Guterres pada Jumat (22/1/2021) menyambut baik pemberlakuan Perjanjian Larangan Senjata Nuklir (Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons).

"Dengan senang hati saya menyatakan mulai berlakunya Perjanjian Larangan Senjata Nuklir hari ini, sebuah perjanjian pelucutan senjata nuklir multilateral pertama dalam kurun waktu lebih dari dua dekade," ujar Guterres dalam sebuah pesan video.

"Perjanjian ini merupakan langkah penting menuju dunia bebas senjata nuklir dan pernyataan dukungan yang kuat bagi pendekatan multilateral terhadap pelucutan senjata nuklir," imbuhnya seperti yang dilansir dari Xinhua News pada Jumat (22/1/2021). 

Baca juga: China Mulai Geser AS sebagai Pemasok Energi Nuklir Terbesar di Dunia

Dia memuji negara-negara yang meratifikasi perjanjian ini serta menyambut peran instrumental dari masyarakat sipil dalam memajukan negosiasi dan pemberlakuannya.

Para penyintas ledakan nuklir dan uji nuklir memberikan kesaksian mereka yang tragis dan menjadi kekuatan moral di belakang perjanjian ini. Pemberlakuan perjanjian ini menjadi bentuk penghargaan atas dukungan jangka panjang mereka, lanjut Guterres.

Baca juga: Persatuan Dokter Seluruh Dunia Sambut Perjanjian Larangan Senjata Nuklir

"Saya berharap dapat menjalankan fungsi-fungsi yang ditugaskan oleh perjanjian ini, termasuk dalam persiapan pertemuan pertama negara-negara pendukung," ujarnya.

Senjata nuklir menimbulkan bahaya yang kian besar dan dunia harus segera mengambil langkah demi memastikan penghapusan senjata ini, serta mencegah konsekuensi bencana lingkungan maupun kemanusiaan yang akan ditimbulkan dari penggunaan senjata ini.

Baca juga: Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

 

Penghapusan senjata nuklir tetap menjadi prioritas tertinggi pelucutan senjata bagi PBB, kata Guterres.

"Saya menyerukan kepada semua negara agar bekerja sama dalam mewujudkan ambisi ini demi meningkatkan keamanan dan keselamatan bersama."

Baca juga: AS Jalankan Taktik Perang Saat Trump Pergi dengan “Bola Nuklir” Masih Bersamanya

Perjanjian ini disahkan pada Juli 2017 dan penandatanganannya dibuka pada September 2017.

Honduras menjadi negara ke-50 yang menandatangani perjanjian ini pada 25 Oktober tahun lalu. Sehingga, memicu pemberlakuannya pada 22 Januari 2021, 90 hari setelah instrumen ratifikasi, penerimaan, persetujuan, atau aksesi ke-50-nya diserahkan.

Baca juga: Biden akan Perpanjang Perjanjian Pembatasan Senjata Nuklir AS-Rusia


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Global
Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Global
Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Global
Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Global
Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Global
Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Global
Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Global
Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Global
Pemimpin Tertinggi Iran Minta Karakter Kartun Perempuan Pakai Hijab

Pemimpin Tertinggi Iran Minta Karakter Kartun Perempuan Pakai Hijab

Global
Arab Saudi Sekarang Izinkan Wanita Bergabung dalam Militer

Arab Saudi Sekarang Izinkan Wanita Bergabung dalam Militer

Global
Putus Asa Cari Suaka, Puluhan Migran Ditemukan Sembunyi dalam Pecahan Kaca dan Abu Beracun

Putus Asa Cari Suaka, Puluhan Migran Ditemukan Sembunyi dalam Pecahan Kaca dan Abu Beracun

Global
komentar
Close Ads X