Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Kompas.com - 23/01/2021, 18:05 WIB
Warga Hong Kong terlihat memakai masker bepergian di pulau Cheung Chau saat libur Paskah, di tengah merebaknya virus corona. Foto diambil pada 12 April 2020. JOYCE ZHOU/REUTERSWarga Hong Kong terlihat memakai masker bepergian di pulau Cheung Chau saat libur Paskah, di tengah merebaknya virus corona. Foto diambil pada 12 April 2020.

HONG KONG, KOMPAS.com - Hong Kong menerapkan lockdown terketat pada Sabtu (23/1/2021), untuk melawan gelombang keempat wabah Covid-19.

Dalam peraturan lockdown Hong Kong kali ini, orang-orang di beberapa blok perumahan distrik Jordan di Kowloon dilarang keluar apartemen kecuali jika memiliki hasil tes negatif virus corona.

Pihak berwenang mengatakan, mereka berencana menguji semua orang di zona tertentu dalam 48 jam ke depan agar jumlah kasus Covid-19 bisa segera nol.

Baca juga: Karya 20 Kreator Indonesia Mejeng di Pameran Hong Kong Licensing Show

Pemerintah setempat mengatakan, ada 70 bangunan yang berada di area restriksi.

Hasil uji limbah di area itu menemukan jejak virus yang lebih terkonsentrasi.

Hal tersebut memicu kekhawatiran sistem pipa yang dibangun dengan buruk dan kurangnya ventilasi di unit-unit apartemen, menjadi lokasi ideal penyebaran virus.

Melansir Channel News Asia, distrik Jordan mencakup sebagian kecil Kowloon tetapi padat penduduk.

Baca juga: Hong Kong Tangkap Massal Anggota Parlemen dan Aktivis Pro-demokrasi Terkait Hukum Keamanan Nasional

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Umat Kristen di Irak Siapkan Hadiah untuk Paus Fransiskus

Umat Kristen di Irak Siapkan Hadiah untuk Paus Fransiskus

Global
Baru Diangkat, Dubes Myanmar Utusan Militer Langsung Mundur, Ternyata...

Baru Diangkat, Dubes Myanmar Utusan Militer Langsung Mundur, Ternyata...

Global
Anggaran Militer China Meningkat 6,8 Persen pada Tahun Ini, Bakal Habiskan Rp 3.009 Triliun

Anggaran Militer China Meningkat 6,8 Persen pada Tahun Ini, Bakal Habiskan Rp 3.009 Triliun

Global
Italia Blokir Ekspor 250.000 Dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca ke Australia

Italia Blokir Ekspor 250.000 Dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca ke Australia

Global
Pacarnya Tak Direstui, Gadis Ini Dipenggal Ayahnya

Pacarnya Tak Direstui, Gadis Ini Dipenggal Ayahnya

Internasional
Jenazah Korban Tsunami Jepang 2011 Ditemukan 10 Tahun Kemudian

Jenazah Korban Tsunami Jepang 2011 Ditemukan 10 Tahun Kemudian

Global
Marko Djuliarso, Insinyur Indonesia yang Ikut Bangun Roket NASA

Marko Djuliarso, Insinyur Indonesia yang Ikut Bangun Roket NASA

Global
Helikopter Militer Turki Kecelakaan, 11 Tentara Tewas

Helikopter Militer Turki Kecelakaan, 11 Tentara Tewas

Global
AS Blokir Junta Militer Myanmar Tarik Dana Rp 14,3 Triliun dari Bank Sentral

AS Blokir Junta Militer Myanmar Tarik Dana Rp 14,3 Triliun dari Bank Sentral

Global
Bujuk Terdakwa Pemerkosa Nikahi Korban, Ketua Mahkamah Agung India Diminta Mundur

Bujuk Terdakwa Pemerkosa Nikahi Korban, Ketua Mahkamah Agung India Diminta Mundur

Global
Selandia Baru Cabut Peringatan Tsunami, Amerika Tengah dan Selatan Masih Waspada

Selandia Baru Cabut Peringatan Tsunami, Amerika Tengah dan Selatan Masih Waspada

Global
Beredar Video Kebrutalan Aparat Myanmar, Dunia Diminta Bertindak

Beredar Video Kebrutalan Aparat Myanmar, Dunia Diminta Bertindak

Global
Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer

Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer

Global
Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Global
Perjalanan Bersejarah Paus Fransiskus ke Irak sebagai 'Peziarah Perdamaian'

Perjalanan Bersejarah Paus Fransiskus ke Irak sebagai "Peziarah Perdamaian"

Global
komentar
Close Ads X