Pabrik Vaksin Covid-19 Terbesar di Dunia Terbakar, 5 Orang Tewas

Kompas.com - 23/01/2021, 14:54 WIB
Karyawan keluar dari kompleks pabrik saat asap mengepul dari kebakaran di Serum Institute of India, pembuat vaksin terbesar di dunia, di Pune, India, Kamis (21/1/2021). AP PHOTO/RAFIQ MAQBOOLKaryawan keluar dari kompleks pabrik saat asap mengepul dari kebakaran di Serum Institute of India, pembuat vaksin terbesar di dunia, di Pune, India, Kamis (21/1/2021).

PUNE, KOMPAS.com - Setidaknya lima orang tewas dalam kebakaran yang terjadi di sebuah gedung yang sedang dibangun di Serum Institute of India, produsen vaksin terbesar di dunia.

Perusahaan mengatakan kobaran api tidak akan memengaruhi produksi vaksin Covid-19, melansir AP pada Jumat (22/1/2021).

Murlidhar Mohol, Wali Kota Pune di negara bagian Maharashtra selatan, mengatakan lima mayat ditemukan di reruntuhan setelah apinya dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.

Menurutnya, para korban kemungkinan adalah pekerja konstruksi. Penyebab kebakaran belum ditentukan dan tingkat kerusakannya belum jelas.

Baca juga: India Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Buatan Lokal dan Oxford-AstraZeneca

CEO Serum Institute India, Adar Poonwala, mengatakan turut berduka dengan hilangnya nyawa dalam insiden tersebut.

Dia menyatakan tidak akan ada pengurangan produksi vaksin, karena perusahaan memiliki fasilitas lain yang tersedia.

Perusahaan melaporkan api hanya membakar fasilitas baru yang dibangunnya untuk meningkatkan produksi vaksin Covid-19. Pembangunan dilakukan untuk memastikan pabrik lebih siap menghadapi pandemi di masa depan.

Sementara fasilitas pabrik yang membuat vaksin Covid-19 atau persediaan sekitar 50 juta dosis tidak terpengaruh dengan kebakaran.

Gambar menunjukkan gumpalan besar asap mengepul dari gedung. Puluhan pekerja perusahaan dengan jas lab meninggalkan kompleks saat petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan kobaran api.

Baca juga: Berpenduduk 1,3 Miliar, Begini Cara Vaksinasi Covid-19 di India

Serum Institute of India adalah pembuat vaksin terbesar di dunia, dan telah dikontrak untuk memproduksi satu miliar dosis vaksin AstraZeneca / Universitas Oxford.

Dalam wawancara dengan AP bulan lalu Poonawalla mengatakan pihaknya berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi dari 1,5 miliar dosis menjadi 2,5 miliar dosis per tahun pada akhir 2021.

Fasilitas baru tersebut merupakan bagian dari rencana perluasan produksi.

Lebih dari 12 miliar dosis vaksin virus corona diperkirakan akan diproduksi tahun ini. Negara-negara kaya telah membeli sekitar 9 miliar, dan banyak yang memiliki opsi untuk membeli lebih banyak lagi.

Alhasil, Serum Institute kemungkinan akan membuat sebagian besar vaksin yang akan digunakan oleh negara berkembang.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Masih Perlu Diuji Lagi untuk Buktikan Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona

Baca tentang

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X