WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Para pemimpin Senat AS pada Jumat (22/1/2021) setuju untuk persidangan pemakzulan mantan presiden AS Donald Trump ditunda selama 2 pekan.
Pasalnya, untuk memberikan ruang lebih banyak dahulu untuk fokus pada agenda legislatif Presiden Joe Biden dan calon kabinetnya, sebelum beralih ke konflik kontroversial dengan Trump.
Pemimpin Mayoritas Senat, Chuck Schumer, yang seorang Demokrat mengatakan pengadilan akan dimulai pada Senin, 8 Februari.
Baca juga: DPR AS Ketok Palu Pemakzulan Trump Kedua
Keputusan tersebut mendapatkan pujian dari pejabat tinggi Republik, Mitch McConnell seperti yang dilansir dari Reuters pada Sabtu (23/1/2021).
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara resmi mengajukan dakwaan pemakzulan Donald Trump kepada Senat pada Senin, yang menuduh presiden AS ke-45 itu telah menghasut massa pemberontak di Gedung Capitol.
Tuduhan itu berasal dari pidato yang membakar emosi para pendukung Trump, sebelum mereka menyerbu Gedung Capitol pada 6 Januari dalam amukan yang menunda sertifikasi kemanangan Biden secara resmi oleh Kongres dan menyebabkan 5 orang tewas, di antaranya seorang petugas polisi.
Baca juga: Penjelasan Lengkap tentang Pemakzulan Trump Jilid 2 dan Prosesnya
Schumer mengatakan jadwal sidang pemakzulan Trump baru akan memungkinkan Senat dapat bergerak cepat dalam menangani penetapan kabinet pemerintahan Biden dan tugas utama lainnya.
Sementara, DPR AS yang akan mendakwa kasus pemakzulan dan tim Trump menjadi memiliki lebih waktu untuk mempersiapkan persidangan.
“Selama periode itu, Senat akan terus melakukan keperluan lain untuk rakyat Amerika, seperti nominasi Kabinet dan RUU Covid-19 yang akan memberikan bantuan kepada jutan warga Amerika selama pandemi ini,” kata Schumer di lantai Senat.
Baca juga: Pemakzulan Trump Jilid 2: Sidang Minim Waktu, tapi Ada Skenario Lain
Jadwal sidang pemakzulan Trump yang terbaru ini adalah kompromi setelah McConnell meminta DPR yang dipimpin Demokrat untuk menunda persidangan sampai pertengan Februari, agar Trump memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan pembelaan.
Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.
Syarat & Ketentuan