Desa di India Gelar "Nobar" dan Pesta Rayakan Pelantikan Kamila Harris

Kompas.com - 21/01/2021, 18:26 WIB
Penduduk desa melepaskan petasan dan memegang plakat yang menampilkan Wakil Presiden AS Kamala Harris setelah pelantikannya, di Thulasendrapuram Rabu (20/1/2021). AP PHOTO/AIJAZ RAHIPenduduk desa melepaskan petasan dan memegang plakat yang menampilkan Wakil Presiden AS Kamala Harris setelah pelantikannya, di Thulasendrapuram Rabu (20/1/2021).

THULASENDRAPURAM, KOMPAS.com - Sebuah desa kecil di India turut merayakan pelantikan bersejarah Kamala Harris sebagai perempuan kulit hitam Asia-Selatan pertama yang menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat (AS).

Melansir AP pada Kamis (21/1/2021), mereka bersorak "Hidup Kamala Harris", menyalakan kembang api dan memanjatkan doa.

Orang-orang berkumpul dan pergi kuil Hindu di India selatan. Mereka bersama menyaksikan Harris, yang memiliki akar leluhur dari desa tersebut, mengambil sumpah jabatannya pada Rabu (20/1/2021) di Washington DC.

Sekelompok wanita dengan sari cerah dan pria mengenakan celana dhoti putih menyaksikan pelantikan secara langsung, saat wartawan menyiarkan perayaan desa tersebut kepada jutaan orang India.

Penduduk desa meneriakkan "Hidup Kamala Harris" sambil memegang potret dirinya dan menyalakan kembang api saat dia mengambil sumpah.

Baca juga: Breaking News: Kamala Harris Resmi Jadi Wakil Presiden AS

Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut pengangkatan Harris menjadi Wakil Presiden AS sebagai peristiwa bersejarah.

Modi berharap dapat berinteraksi dengan wanita 56 tahun itu, untuk memperkuat hubungan India-AS.

Sebelumnya, desa-desa menghiasi kuil mereka dengan bunga. Doa khusus juga dipanjatkan untuk kesuksesan Harris.

Kakek dari pihak ibu Haris lahir di desa Thulasendrapuram, sekitar 350 kilometer (215 mil) dari kota pesisir selatan Chennai.

“Kami merasa sangat bangga bahwa seorang keturunan India terpilih sebagai wakil presiden AS,” kata guru Anukampa Madhavasimhan.

Halaman:

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, 'Dyatlov Pass' Semakin Misterius

Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, "Dyatlov Pass" Semakin Misterius

Global
Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Global
14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

Global
Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Global
Wanita Ini Jual Anaknya Rp 1,4 Juta untuk Modal Jualan Miras

Wanita Ini Jual Anaknya Rp 1,4 Juta untuk Modal Jualan Miras

Global
China Bantah Wajibkan Diplomat AS Dites Swab Anal

China Bantah Wajibkan Diplomat AS Dites Swab Anal

Global
komentar
Close Ads X