Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di AS Lampaui Perang Dunia II

Kompas.com - 21/01/2021, 17:42 WIB
Ilustrasi pasien virus corona, pasien Covid-19 SHUTTERSTOCK/FunKey FactoryIlustrasi pasien virus corona, pasien Covid-19

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Jumlah kematian akibat Covid-19 pada Rabu (20/1/2021) melampaui jumlah kematian militer AS dalam Perang Dunia II, menurut pelacak dari Universitas Johns Hopkins.

Melansir AFP pada Kamis (21/1/2021), pelacak menunjukkan pada Rabu malam (20/1/2021) bahwa 405.400 orang telah meninggal akibat virus corona baru di Amerika Serikat.

Sementara, jumlah total kematian dalam pertempuran dan non-pertempuran dalam Perang Dunia II adalah 405.399, menurut Departemen Urusan Veteran.

Baca juga: Detik Terakhir Kepemimpinan Trump, Kasus Kematian akibat Covid-19 Lampaui 400.000

Angka tersebut adalah penanda yang jelas tentang biaya pandemi ketika presiden terpilih baru Joe Biden memulai masa jabatannya.

"Kami membutuhkan semua kekuatan kami untuk bertahan melalui musim dingin yang kelam ini. Kami sedang memasuki periode virus yang paling sulit dan paling mematikan," kata Biden dalam pidato pengukuhan jabatannya.

Baca juga: Thailand Ancam Hukum Penyebar Berita Vaksin Palsu, Setelah Dikritik Soal Vaksin Covid-19

AS menyumbang 4 persen dari populasi seluruh dunia, tetapi menyumbang 20 persen dari kematian seluruh dunia akibat Covid-19.

Tingkat infeksi di AS saat ini tampaknya telah mencapai puncak baru, tapi menurut model dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit adanya varian baru virus corona B.1.1.7 dari Inggris, akan menyebabkan lonjakan baru dalam beberapa bulan mendatng.

Baca juga: Film Dokumenter Ungkap Dokter di Wuhan Diminta Bohong soal Covid-19

Biden mengatakan bahwa responsnya terhadap pandemi Covid-19 akan berakar pada solusi berbasis bukti, tidak seperti pendahulunya Donald Trump.

Presiden AS ke-46 itu telah mengajukan anggaran 1,9 triliun dollar AS (Rp 26,6 kuadriliun) untuk dana darurat Covid-19 dan paket pemulihan ekonomi kepada Kongres.

Baca juga: Jenderal yang Terkenal karena Umumkan Kudeta di Zimbabwe Meninggal karena Covid-19

Di hari pertama menjabat, ia telah menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan tersedianya masker di seluruh gedung federal.

Pemerintah juga berencana untuk bergabung kembali dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yang dicemooh Trump karena dimanipulasi oleh China.

Baca juga: Hampir 20 Petugas Kepolisian Gedung Capitol Dilaporkan Positif Covid-19


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X