Trump Tiba di Rumahnya Saat Joe Biden Dilantik

Kompas.com - 21/01/2021, 06:00 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump berbicara kepada wartawan sebelum mereka menaiki Marine One di Sayap Selatan Gedung Putih, pada 20 Januari 2021, di Washington DC. Trump resmi meninggalkan tugasnya sebagai Presiden AS dan bertolak ke kediamannya di Mar-a-Lago, Florida. AP PHOTO/Alex BrandonPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump berbicara kepada wartawan sebelum mereka menaiki Marine One di Sayap Selatan Gedung Putih, pada 20 Januari 2021, di Washington DC. Trump resmi meninggalkan tugasnya sebagai Presiden AS dan bertolak ke kediamannya di Mar-a-Lago, Florida.

PALM BEACH, KOMPAS.com - Mantan Presiden AS Donald Trump tiba di rumahnya di Mar-a-Lago, Florida, ketika Joe Biden dilantik.

Beberapa jam sebelum pelantikan, Trump dan Ibu Negara Melania meninggalkan Gedung Putih menuju Pangkalan Gabungan Andres.

Dari sana, mereka bertolak ke Palm Beach menumpang pesawat kepresidenan Air Force One, dan ke rumahnya dengan iring-iringan.

Baca juga: Di Malam Terakhir sebagai Presiden AS, Trump Lakukan Ini

Dalam perjalanan ke kediamannya, presiden periode 2017-2021 itu disambut dengan ratusan penggemarnya.

Sebagian dari mereka melambaikan bendera kampanye, bendera AS, hingga ada yang melontarkan makian kepada Biden.

Dilansir AFP, Rabu (20/1/2021), iring-iringan melambat. Memberikan kesempatan kepada si mantan presiden untuk menyapanya.

Salah satu perempuan sambil menangis membentangkan poster buatan sendiri bertuliskan "Trump menang besar".

"Selamat datang kembali," sahut satu pendukung. "Trump 2024," cetus lainnya. "Kami mencintaimu," balas yang lain.

Namun, ada juga tampaknya sejumlah pendukung pendukung Biden, dengan salah satunya berteriak "Kau dipecat. Kau payah."

Dalam pidato terakhirnya di Pangkalan Andres, pria berusia 74 tahun itu menyatakan akan kembali "dalam sosok yang lebih kuat".

"Ini empat tahun yang hebat. Kita sudah mendapatkan banyak hal bersama. Saya akan tetap memperjuangkan kalian," kata dia.

Si mantan presiden sudah mengindikasikan dia bakal maju lagi pada 2024. Namun, tantangannya jelas tidak mudah.

Sebab, dia harus menghadapi sidang pemakzulan yang dilayangkan DPR AS, buntut kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari.

Kubu Demokrat yang menginisiasi resolusi itu bermaksud mencegah Trump agar tidak mendapatkan periode keduanya.

Baca juga: Trump Tinggalkan Washington DC Diiringi Lagu My Way


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X