Pesan Terakhir Nancy Pelosi kepada Donald Trump yang Baginya "Noda Negara"

Kompas.com - 21/01/2021, 05:41 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi (D-CA) bereaksi pada konferensi pers setelah sidang Dewan memilih dua pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump di U.S. Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (18/12/2019). Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga AS yang dimakzulkan setelah dalam sidang paripurna yang digelar 18 Desember malam waktu setempat, DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. ANTARA FOTO/REUTERS/JONATHAN ERNKetua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi (D-CA) bereaksi pada konferensi pers setelah sidang Dewan memilih dua pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump di U.S. Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (18/12/2019). Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga AS yang dimakzulkan setelah dalam sidang paripurna yang digelar 18 Desember malam waktu setempat, DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Ketua DPR AS Nancy Pelosi memberikan pesan terakhir kepada Donald Trump dan menggambarkannya sebagai "noda di negara kita".

"Saya pikir kami lebih besar dari semua ini. Donald Trump adalah noda di negara kita. Saya tidak berpikir kita dapat mempertahankan demokrasi kita, jika dia menjabat dua periode," ungkapnya seperti yang dilansir dari Daily Mail pada Rabu (20/1/2021). 

"Untuk apa yang dia lakukan pada konstitusi kita. Dia tidak menghormati itu," terangnya kepada MSNBC.

Baca juga: Donald Trump Tinggalkan Catatan untuk Joe Biden

Kemudian, ketika ditanya pesan terakhirnya untuk Presiden Trump, dia memintanya untuk secara resmi mengakui hasil pemilu AS 2020.

Trump telah mengakui pemerintahan baru akan menjabat pada Rabu (20/1/2021), tapi dia belum menyebut nama Joe Biden sebagai presiden baru atau menghubungi penggantinya itu.

Baca juga: Trump Beri Pidato Terakhir sebagai Presiden AS, Tak Sebut Nama Joe Biden

"Baiklah, hal pertama yang ingin saya katakan kepadanya adalah terimalah hasil pemilihan, mengakui Presiden Joe Biden, dan menarik teroris yang Anda tabur," kata Pelosi.

Politisi wanita dari Demokrat itu menambahkan, "Jika saya harus meninggalkan pesan untuknya, itu akan sangat singkat. 'Akuilah pemilihan,' tidak lebih."

Baca juga: Jelang Pelantikan Biden, Trump Meninggalkan Gedung Putih untuk Terakhir Kalinya

Ketua House of Representatives (DPR AS) Nancy Pelosi merobek dokumen pidato kenegaraan (State of the Union) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam sesi gabungan Kongres AS di Capitol Hill, Washington, pada 4 Februari 2020.REUTERS/JONATHAN ERNST Ketua House of Representatives (DPR AS) Nancy Pelosi merobek dokumen pidato kenegaraan (State of the Union) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam sesi gabungan Kongres AS di Capitol Hill, Washington, pada 4 Februari 2020.

Pelosi dan Trump memiliki hubungan kontroversial. Terkahir kali mereka bertemu atau berbicara satu sama lain adalah saat agenda pidato kenegaraan tahunan Presiden Amerika Serikat yang disampaikan di Kongres (State of the Union Address/SOTU) tahun lalu.

Saat itu pun kontak keduanya sangat panas. Trump menolak berjabat tangan dengannya dan Pelosi seketika merobek kertas materi pidatonya ketika dia selesai berbicara.

Baca juga: Trump Tinggalkan Washington DC Diiringi Lagu My Way

Sementara itu, diiringi lagu My Way Donald Trump mengakhiri tugasnya sebagai Presiden AS dan meninggalkan Washington DC.

Dilansir CNN Rabu (20/1/2021), Trump datang ke Pangkalan Gabungan Andrews bersama dengan Ibu Negara Melania Trump.

Kepada awak media sebelum menaiki Air Force One, presiden 74 tahun itu menyatakan dia akan "kembali dalam bentuk yang lain".

Baca juga: Di Malam Terakhir sebagai Presiden AS, Trump Lakukan Ini


Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmi, Militer Myanmar Dilarang Gunakan Facebook dan Instagram

Resmi, Militer Myanmar Dilarang Gunakan Facebook dan Instagram

Global
137 LSM dari 31 Negara Minta PBB Embargo Senjata ke Myanmar

137 LSM dari 31 Negara Minta PBB Embargo Senjata ke Myanmar

Global
Pesawat Jet Rusia Bombardir Posisi Militan ISIS di Wilayah Gurun Suriah

Pesawat Jet Rusia Bombardir Posisi Militan ISIS di Wilayah Gurun Suriah

Global
Sekitar 4.000 Kasus Infeksi Ulang Covid-19 Ditemukan di Afrika Selatan

Sekitar 4.000 Kasus Infeksi Ulang Covid-19 Ditemukan di Afrika Selatan

Global
Kritik Militernya, Kim Jong Un Nilai Tentaranya Kurang Disiplin

Kritik Militernya, Kim Jong Un Nilai Tentaranya Kurang Disiplin

Global
Calon Direktur CIA Sebut Kunci Keamanan Nasional AS adalah Perlawanan terhadap China

Calon Direktur CIA Sebut Kunci Keamanan Nasional AS adalah Perlawanan terhadap China

Global
Ternyata Ini Motif Hacker Korea Utara Retas Data Vaksin Covid-19 Pfizer

Ternyata Ini Motif Hacker Korea Utara Retas Data Vaksin Covid-19 Pfizer

Global
2 Pilot dan Pejabat Maskapai Turki Terancam Penjara, Dituduh Mambantu Pelarian Mantan Bos Nissan

2 Pilot dan Pejabat Maskapai Turki Terancam Penjara, Dituduh Mambantu Pelarian Mantan Bos Nissan

Global
Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Global
PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

Global
Dokumen 'Sangat Rahasia' Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Dokumen "Sangat Rahasia" Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Global
Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Global
Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Global
[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

Global
Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
komentar
Close Ads X