Thailand Ancam Hukum Penyebar Berita Vaksin Palsu, Setelah Dikritik Soal Vaksin Covid-19

Kompas.com - 20/01/2021, 15:37 WIB
Pemerintah Thailand baru-baru ini mengumumkan langkah-langkah baru, termasuk lockdown parsial setelah lonjakan kasus virus corona Jumat (15/1/2021). AP PHOTO/SAKCHAI LALITPemerintah Thailand baru-baru ini mengumumkan langkah-langkah baru, termasuk lockdown parsial setelah lonjakan kasus virus corona Jumat (15/1/2021).

BANGKOK, KOMPAS.com - Pemerintah Thailand menegaskan akan menuntut siapa pun yang membagikan informasi palsu tentang vaksin virus corona di media sosial atau media massa.

Melansir AP pada Selasa (19/1/2021), Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-O-cha menyatakan sudah memiliki kekuasaan untuk menjatuhkan hukuman, dalam keadaan darurat yang diumumkan Maret lalu, untuk menghadapi ancaman kesehatan.

Peringatan Prayuth merupakan reaksi nyata atas tuduhan bahwa pemerintahnya tidak berbuat banyak untuk memperoleh pasokan vaksin yang memadai.

Kritik itu berubah menjadi politik yang tajam setelah seorang politisi populer menyiarkan tuduhan seperti itu dalam siaran internet Senin malam (18/1/2021).

Thanathorn Juangroongruangkit, mantan pemimpin Partai Future Forward yang dibubarkan, menuduh pemerintah bertindak terlalu lambat dalam memvaksin penduduk negara itu.

Thanathorn telah lama mengkritik pemerintahan Prayuth. Partainya mendapatkan tempat ketiga yang kuat dalam pemilihan umum 2019.

Namun, dia dipaksa keluar dari Parlemen ketika pengadilan memutuskan bahwa dia telah melanggar undang-undang pemilu. Partainya kemudian dibubarkan karena alasan teknis serupa.

Baca juga: Dulu Dipuji Tangani Covid-19, Kini Kasus di Thailand Melonjak Lagi

Ada juga tuduhan bahwa perusahaan yang memiliki hubungan baik dengan pemerintah memperoleh keuntungan secara tidak adil dari kontrak memproduksi vaksin.

Tuduhan itu dibantah oleh Pemerintah Thailand dan perusahaan yang terlibat.

“Jangan salahkan saya karena mengancam tindakan hukum,” kata Prayuth. "Saya perlu menjaga kepercayaan orang dan kepercayaan pada pemerintah."

Halaman:
Baca tentang

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Patung Emas Trump Muncul dengan Jas tapi Pakai Sandal Jepit

Viral Patung Emas Trump Muncul dengan Jas tapi Pakai Sandal Jepit

Global
Cerita Diplomat Rusia 34 Jam Pulang dari Korut Naik Troli, Didorong Sendiri

Cerita Diplomat Rusia 34 Jam Pulang dari Korut Naik Troli, Didorong Sendiri

Global
Reaksi Dunia: Laporan Intelijen AS Soal Pembunuhan Khashoggi dan Peran Putra Mahkota Arab Saudi

Reaksi Dunia: Laporan Intelijen AS Soal Pembunuhan Khashoggi dan Peran Putra Mahkota Arab Saudi

Global
Polisi Myanmar Berjam-jam Tembaki Pedemo Anti-Kudeta Militer

Polisi Myanmar Berjam-jam Tembaki Pedemo Anti-Kudeta Militer

Global
Biden Ungkap Pesan Terselubung dari Serangan Udara Pertama di Suriah

Biden Ungkap Pesan Terselubung dari Serangan Udara Pertama di Suriah

Global
Ini Isi Laporan Rahasia AS soal Pembunuhan Jamal Khashoggi, yang Tuding Pangeran MBS Pelakunya

Ini Isi Laporan Rahasia AS soal Pembunuhan Jamal Khashoggi, yang Tuding Pangeran MBS Pelakunya

Global
Arab Saudi Tolak Mentah-mentah Laporan Intel AS tentang Pembunuhan Jurnalis Khashoggi

Arab Saudi Tolak Mentah-mentah Laporan Intel AS tentang Pembunuhan Jurnalis Khashoggi

Global
Ini Sanksi AS kepada Arab Saudi dalam Kasus Pembunuhan Khashoggi

Ini Sanksi AS kepada Arab Saudi dalam Kasus Pembunuhan Khashoggi

Global
Laporan Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Arab Saudi Menyetujui Pembunuhan Khashoggi

Laporan Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Arab Saudi Menyetujui Pembunuhan Khashoggi

Global
Duta Besar Myanmar Desak PBB Lakukan 'Berbagai Cara' untuk Hentikan Kudeta Militer

Duta Besar Myanmar Desak PBB Lakukan "Berbagai Cara" untuk Hentikan Kudeta Militer

Global
Sri Lanka Akhirnya Izinkan Muslim Lakukan Penguburan Jenazah Covid-19

Sri Lanka Akhirnya Izinkan Muslim Lakukan Penguburan Jenazah Covid-19

Global
Saat Ramadhan, Pemerintah Inggris Akan Beri Vaksin Covid-19 pada Malam Hari

Saat Ramadhan, Pemerintah Inggris Akan Beri Vaksin Covid-19 pada Malam Hari

Global
Kasus Covid-19 di Kalangan Medis Kanada Naik Capai Lebih dari 60.000

Kasus Covid-19 di Kalangan Medis Kanada Naik Capai Lebih dari 60.000

Global
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kasus Flu 'Hilang' di AS

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kasus Flu "Hilang" di AS

Global
AS dan Uni Eropa Tegaskan Crimea Milik Ukraina

AS dan Uni Eropa Tegaskan Crimea Milik Ukraina

Global
komentar
Close Ads X