Detik Terakhir Kepemimpinan Trump, Kasus Kematian akibat Covid-19 Lampaui 400.000

Kompas.com - 20/01/2021, 14:21 WIB
Dalam file foto 22 Desember 2020 ini, perawat Robin Gooding, kiri, dan Johanna Ortiz merawat pasien Covid-19 di Providence Holy Cross Medical Center di bagian Mission Hills di Los Angeles. AP/Jae C. HongDalam file foto 22 Desember 2020 ini, perawat Robin Gooding, kiri, dan Johanna Ortiz merawat pasien Covid-19 di Providence Holy Cross Medical Center di bagian Mission Hills di Los Angeles.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Jumlah kematian di Amerika Serikat (AS) akibat virus corona telah melampaui 400.000 pada Selasa (19/1/2021), pada detik-detik akhir pemerintahan Donald Trump.

Penanganan krisis di era Trump dinilai oleh para pakar kesehatan masyarakat sebagai kegagalan tunggal.

Angka kematian yang dihimpun oleh Universitas Johns Hopkins, hampir sama dengan jumlah orang Amerika yang tewas pada Perang Dunia II.

Baca juga: Kota Tertua di Benua Amerika Terancam Musnah akibat Virus Corona

Angka tersebut hampir sama dengan populasi kota Tulsa di Oklahoma, kota Tampa di Florida atau kota New Orleans di Louisiana. Jumlahnya, sama dengan lautan manusia yang menghadiri konser Woodstock 1969.

Angka itu juga hampir mencapai total gabungan dari mereka yang meninggal karena Stroke, Alzheimer, Diabetes, Flu dan Pneumonia di AS.

Meski ada vaksin yang diharapkan mampu mengalahkan wabah, sebuah proyeksi dari University of Washington melaporkan perkiraan angka kematian pada 1 Mei mendatang sebanyak hampir 567.000 jiwa.

Baca juga: Trump Klaim Angka Kematian Covid-19 AS Dibesar-besarkan, Para Pejabat Kesehatan Angkat Bicara

Kematian yang paling tinggi di dunia itu dinilai sebagai bukti gagalnya Operation Warp Speed pemerintahan Trump.

Tak hanya itu, Trump juga meremehkan penyakit tersebut. Dia mengolok-olok pemakaian masker di tempat umum, mencemooh tindakan kuncian, dan bahkan mempromosikan pengobatan yang tidak terbukti aman.

Trump, selama kepemimpinannya beberapa waktu lalu telah mengucilkan para pakar ilmiah dan sedikit berempati kepada korban Covid-19.

Bahkan, meski sudah terinfeksi Covid-19, Trump masih belum berubah. 

Baca juga: Kematian Harian karena Covid-19 di AS Capai Rekor Lebih dari 3.900 Jelang Tutup Tahun 2020


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Bantah Wajibkan Diplomat AS Dites Swab Anal

China Bantah Wajibkan Diplomat AS Dites Swab Anal

Global
PM Armenia Tuding Militer Berusaha Melakukan Kudeta Menggulingkan Dirinya

PM Armenia Tuding Militer Berusaha Melakukan Kudeta Menggulingkan Dirinya

Global
Sebelum Italia, Driver Ojol Berstatus Karyawan Juga Terjadi di Inggris

Sebelum Italia, Driver Ojol Berstatus Karyawan Juga Terjadi di Inggris

Global
Filipina 'Tawarkan' Perawatnya ke Inggris dan Jerman demi Dapat Vaksin Covid-19

Filipina "Tawarkan" Perawatnya ke Inggris dan Jerman demi Dapat Vaksin Covid-19

Global
Pria Ini Tewas Setelah Dihantam Belalai Gajah yang Tengah Melindungi Anaknya

Pria Ini Tewas Setelah Dihantam Belalai Gajah yang Tengah Melindungi Anaknya

Global
Akibat Salah Paham, Polisi Filipina Baku Tembak Antar-anggota Saat Gerebek Gembong Narkoba

Akibat Salah Paham, Polisi Filipina Baku Tembak Antar-anggota Saat Gerebek Gembong Narkoba

Global
Obama Blak-blakan Cerita Pernah Tinju Teman SMP Gara-gara Ini...

Obama Blak-blakan Cerita Pernah Tinju Teman SMP Gara-gara Ini...

Global
Israel Dikabarkan Bangun Proyek Terbesar di Fasilitas Nuklir Rahasia

Israel Dikabarkan Bangun Proyek Terbesar di Fasilitas Nuklir Rahasia

Global
Driver Ojol di Italia Kini Berstatus Karyawan, Dapat Gaji Tetap

Driver Ojol di Italia Kini Berstatus Karyawan, Dapat Gaji Tetap

Global
Burung Langka Berkelamin Ganda Ditemukan Hinggap di Rumah Burung Milik Penduduk

Burung Langka Berkelamin Ganda Ditemukan Hinggap di Rumah Burung Milik Penduduk

Global
Laporan Intelijen AS Bisa Ungkap Siapa Pembunuh Jurnalis Jamal Khashoggi

Laporan Intelijen AS Bisa Ungkap Siapa Pembunuh Jurnalis Jamal Khashoggi

Global
Sosok Istri El Chapo, Ratu Kecantikan yang Jadi Bandar Narkoba

Sosok Istri El Chapo, Ratu Kecantikan yang Jadi Bandar Narkoba

Global
Warga Sipil Sering Jadi Korban, India-Pakistan Hentikan Baku Tembak di Kashmir

Warga Sipil Sering Jadi Korban, India-Pakistan Hentikan Baku Tembak di Kashmir

Global
Ibu Ini Hajar Pria yang Masuk ke Rumah Saat Dia sedang Bergoyang

Ibu Ini Hajar Pria yang Masuk ke Rumah Saat Dia sedang Bergoyang

Global
Dituduh Ikut Demo Anti-pemerintah, Sejumlah Pejabat Tinggi Thailand Dihukum Penjara

Dituduh Ikut Demo Anti-pemerintah, Sejumlah Pejabat Tinggi Thailand Dihukum Penjara

Global
komentar
Close Ads X