Singapura Mulai Vaksinasi Massal Pekerja Sektor Penerbangan dan Maritim

Kompas.com - 19/01/2021, 18:46 WIB
Segelintir penumpang pesawat terlihat di Terminal 3 Keberangkatan Bandara Internasional Changi, Singapura, Minggu sore (17/01/2021) KOMPAS.com/ ERICSSEN Segelintir penumpang pesawat terlihat di Terminal 3 Keberangkatan Bandara Internasional Changi, Singapura, Minggu sore (17/01/2021)

SINGAPURA, KOMPAS.com – Singapura menggencarkan vaksinasi nasional Covid-19 yang dimulai sejak 30 Desember lalu.

Setelah sektor kesehatan, negeri “Singa” memulai vaksinasi massal pada Senin (18/1/2021) terhadap 37.000 pekerja yang bekerja di sektor penerbangan dan maritim, laporThe Straits Times.

Tahap awal dimulai dengan 13.000 pekerja telah mendaftarkan diri untuk menerima dosis pertama dari vaksin buatan Pfizer-BioNTech.

Menteri Transportasi Ong Ye Kung yang menerima vaksin pada hari yang sama menyampaikan vaksinasi ini sangat krusial untuk memulihkan posisi Singapura sebagai pusat penerbangan dan pelabuhan dunia.

Baca juga: Pekerja Malaysia Bagikan Kisah Pengalaman Vaksinasi di Singapura

Selain itu, menyuntikan vaksin kepada pekerja di Bandara Internasional Changi juga untuk melindungi mereka dari pendatang yang mengidap virus corona ketika tiba di Singapura.

Pekerja-pekerja ini di antaranya adalah awak kabin pesawak, petugas keamanan, dan penjaga bagasi.

Seperti diketahui kasus virus corona di Singapura saat ini didominasi konsisten oleh belasan hingga puluhan kasus impor harian dari negara luar.

Baca juga: Netizen Malaysia Iri Vaksinasi Covid-19 di Indonesia dan Singapura Lebih Cepat

Walaupun penyebaran Covid-19 di Singapura saat ini sangat terkendali, virus dari kota Wuhan ini masih menyebar tidak terkendali di banyak negara terutama di musim dingin yang sedang melanda.

Kasus komunal atau kasus di masyarakat konsisten berada pada angka satu digit. Namun, klaster terakhir berasal dari pekerja di sektor penerbangan dan maritim yaitu di Hotel Crowne Plaza Bandara Changi dan kapal tanker yang beroperasi di pelabuhan Singapura.

Singapura juga merencanakan akan memulai proses untuk mevaksinasi warga biasa di luar manula dan pekerja di sektor kesehatan, penerbangan, dan maritim.

Baca juga: Bepergian ke Singapura Saat Pandemi Covid-19, Ini yang Perlu Diketahui

Kementerian Kesehatan (MOH) akan membangun 36 pusat vaksin di penjuru Singapura mulai Februari mendatang.

Ditargetkan setiap lokasi seperti gedung sekolah dan aula olahraga akan mevaksin sekitar 2.000 orang per hari yang berarti total 70.000 warga akan menerima suntikan vaksin per hari.

Diharapkan seluruh warga Singapura, Permanent Resident, dan pemegang izin tinggal jangka panjang yang berjumlah 5,7 juta tervaksinasi paling lambat akhir tahun 2021.

Vaksinasi akan diberikan gratis kepada kelompok warga di atas dan bersifat sukarela namun sangat direkomendasikan.

Baca juga: Terima Vaksin Covid-19, PM Singapura Serukan Warganya agar Divaksin


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Calon Direktur CIA Sebut Kunci Keamanan Nasional AS Adalah Perlawanan terhadap China

Calon Direktur CIA Sebut Kunci Keamanan Nasional AS Adalah Perlawanan terhadap China

Global
Ternyata Ini Motif Hacker Korea Utara Retas Data Vaksin Covid-19 Pfizer

Ternyata Ini Motif Hacker Korea Utara Retas Data Vaksin Covid-19 Pfizer

Global
2 Pilot dan Pejabat Maskapai Turki Terancam Penjara, Dituduh Mambantu Pelarian Mantan Bos Nissan

2 Pilot dan Pejabat Maskapai Turki Terancam Penjara, Dituduh Mambantu Pelarian Mantan Bos Nissan

Global
Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Global
PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

Global
Dokumen 'Sangat Rahasia' Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Dokumen "Sangat Rahasia" Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Global
Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Global
Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Global
[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

Global
Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli meski Ada Anak-anak

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli meski Ada Anak-anak

Global
Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Global
Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Global
Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Global
komentar
Close Ads X