Daftar Aturan yang Dihapus Joe Biden Setelah Pelantikan Presiden AS

Kompas.com - 19/01/2021, 14:43 WIB
Presiden terpilih AS Joe Biden berbicara dalam sebuah acara di teater The Queen di Wilmington, Delaware, Kamis, 7 Januari 2021. AP PHOTO/SUSAN WALSHPresiden terpilih AS Joe Biden berbicara dalam sebuah acara di teater The Queen di Wilmington, Delaware, Kamis, 7 Januari 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Joe Biden sudah mencanangkan program-program yang akan dijalankannya, setelah pelantikan pada Rabu (20/1/2021).

Sebelumnya Biden sudah menyatakan bakal menerapkan lagi larangan perjalanan yang dicabut Donald Trump, dan membawa Amerika Serikat (AS) bergabung lagi dengan kesepakatan iklim Paris.

Sang presiden terpilih juga berencana menyatukan kembali keluarga-keluarga yang terpisah di perbatasan AS-Meksiko, serta mewajibkan pemakaian masker guna mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: 3 Fakta Pelantikan Joe Biden-Kamala Harris

Melansir BBC pada Senin (18/1/2021), berikut adalah daftar aturan yang dihapus Joe Biden setelah pelantikan presiden AS.

Beberapa jam setelah Biden menginjakkan kakinya lagi di Gedung Putih, dia akan memulai serangkaian perintah eksekutif yang berbeda dengan aturan presiden sebelumnya, di antaranya:

  • Kembalinya AS ke perjanjian iklim Paris, yaitu pakta global tentang pengurangan emisi karbon.
  • Mencabut larangan perjalanan dari sebagian besar negara mayoritas Muslim.
  • Mewajibkan pemakaian masker di properti federal, dan saat bepergian antarnegara bagian.
  • Perluasan pembatasan aktivitas secara nasional berkaitan dengan pandemi Covid-19.

Perintah-perintah eksekutif itu hanya sebagian dari rencana ambisiusnya selama 10 hari pertama menjabat.

Mantan wakil presiden Barack Obama itu juga berencana mengajukan UU imigrasi baru ke Kongres, serta berfokus pada pengesahan rencana stimulus 1,9 triliun dollar AS (Rp 26,7 kuadriliun) guna membantu pemulihan ekonomi negara saat pandemi.

Baca juga: Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Biden juga mengatakan, kabinetnya akan menyalurkan 100 juta dosis vaksin Covid-19 dalam 100 hari pertamanya.

"Presiden terpilih Biden akan mengambil tindakan - tidak hanya membalikkan kerusakan paling parah dari pemerintahan Trump - tetapi juga untuk mulai memajukan negara kita," tulis Kepala Staf Gedung Putih Ron Klain di memo yang dikutip BBC.

Tantangan untuk Biden

Joe Biden akan memimpin sebuah negara adidaya yang terpukul telak akibat pandemi Covid-19. Angka kematian harian mencapai ribuan, dan total sudah 400.000 orang lebih yang meninggal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Ini Tidak Adil' Teriak Terdakwa Kerusuhan Gedung Capitol di Pengadilan

"Ini Tidak Adil" Teriak Terdakwa Kerusuhan Gedung Capitol di Pengadilan

Global
Muncul Virus Corona Jenis Rusia, Apa yang Bisa Diketahui soal Varian Itu?

Muncul Virus Corona Jenis Rusia, Apa yang Bisa Diketahui soal Varian Itu?

Global
WHO: Laporan Penyelidikan di Wuhan Siap Dirilis Pertengahan Maret

WHO: Laporan Penyelidikan di Wuhan Siap Dirilis Pertengahan Maret

Global
Myanmar Minta India Kembalikan 8 Polisi yang Mengungsi

Myanmar Minta India Kembalikan 8 Polisi yang Mengungsi

Global
Dalam Pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ulama Terkemuka Syiah Irak Dukung Kristen dan Muslim Hidup Damai

Dalam Pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ulama Terkemuka Syiah Irak Dukung Kristen dan Muslim Hidup Damai

Global
Sudah Berusia 100 Tahun, Pegawai McDonald's Ini Ogah untuk Pensiun

Sudah Berusia 100 Tahun, Pegawai McDonald's Ini Ogah untuk Pensiun

Global
Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar

Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar

Global
Ayah Ini Rekam Ucapan Selamat Tinggal ke Keluarga sebelum Meninggal karena Covid-19

Ayah Ini Rekam Ucapan Selamat Tinggal ke Keluarga sebelum Meninggal karena Covid-19

Global
Kandang Serigala Ternyata Isinya Anjing, Kebun Binatang China Ini Jadi Sorotan

Kandang Serigala Ternyata Isinya Anjing, Kebun Binatang China Ini Jadi Sorotan

Global
Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Global
Paus Fransiskus Bertemu Ulama Syiah Irak Ayatollah Ali Sistani

Paus Fransiskus Bertemu Ulama Syiah Irak Ayatollah Ali Sistani

Global
WHO Dorong Pembebasan Sementara Hak Paten Vaksin Covid-19 di Masa Krisis

WHO Dorong Pembebasan Sementara Hak Paten Vaksin Covid-19 di Masa Krisis

Global
Beredar Video Aparat Myanmar Paksa Paramedis Berlutut sebelum Dipukuli

Beredar Video Aparat Myanmar Paksa Paramedis Berlutut sebelum Dipukuli

Global
Pesawat Penumpang Iran Dibajak, Coba Alihkan Penerbangan ke Pantai Selatan Teluk Persia

Pesawat Penumpang Iran Dibajak, Coba Alihkan Penerbangan ke Pantai Selatan Teluk Persia

Global
Genap 100 Hari Berdemo Tolak UU Pertanian, Petani India Blokade Jalan

Genap 100 Hari Berdemo Tolak UU Pertanian, Petani India Blokade Jalan

Global
komentar
Close Ads X