Trump Disebut Hanya Duduk Menonton TV Saat Kerusuhan di Capitol AS

Kompas.com - 19/01/2021, 11:32 WIB
Presiden ke-45 Amerika Serikat Donald Trump memainkan smartphone dalam diskusi dengan para gubernur tentang pembukaan kembali ekonomi paska Covid-19 di Gedung Putih, Washington DC (18/6/2020). SAUL LOEB/AFPPresiden ke-45 Amerika Serikat Donald Trump memainkan smartphone dalam diskusi dengan para gubernur tentang pembukaan kembali ekonomi paska Covid-19 di Gedung Putih, Washington DC (18/6/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Manajer pemakzulan dari Partai Demokrat pada Minggu (17/1/2021) menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang sebentar lagi lengser dari jabatannya hanya duduk di depan televisi saat kerusuhan di Capitol 6 Januari.

Melansir Voice of America, kepala manajer pemakzulan DPR Jamie Raskin mengatakan, "Dia [ Trump] sedang menontonnya di TV, sebuah pesta di balik pemberontakan."

Raskin mengatakan Trump tidak berusaha menghentikan para pendukungnya ketika mereka menyerbu Gedung Capitol AS hanya demi membalikkan kekalahan di pemilihan agar terpilih kembali menjadi presiden.

Baca juga: Penyerbuan Capitol Hill Disebut Terencana dan Dibantu Orang Dalam, Ini Buktinya...

Trump memang sempat mendesak para pendukungnya itu untuk pulang namun menambahkan, "Kami mencintai kalian, kalian sungguh istimewa."

Trump juga mengecam apa yang disebutnya "tipuan pemakzulan" sebagai "kelanjutan dari  perburuan dan pelecehan politis yang disengaja palin besar dan paling kejam" dalam sejarah AS.

Setelah Trump dimakzulkan pekan lalu oleh DPR, dia menyesalkan kekerasan itu dalam sebuah pernyataan video.

Baca juga: Kerusuhan Capitol Hill Dirancang Sejak Jauh-jauh Hari, Polisi Kecolongan

Trump mengatakan, "Kekerasan dan vandalisme sama sekali tidak memiliki tempat di negara dan gerakan kita. Membuat America Great Again selalu tentang mempertahankan supremasi hukum. "

Pengadilan terhadap Trump, satu-satunya presiden AS yang dimakzulkan dua kali, bisa dimulai sesegera mungkin usai pelantikan Biden atau beberapa hari berikutnya.

Jika dihukum dengan 2/3 suara di Senat yang terpecah secara politik, Trump bisa jadi tidak diizinkan memegang jabatan publik lagi.

Baca juga: Ikut Kerusuhan Gedung Capitol, 2 Polisi Ini Akhirnya Diringkus

Raskin menyebut tindakan Trump sebagai tindakan kriminal paling berbahaya yang dilakukan terhadap Amerika Serikat (AS) dengan mengatakan bahwa para perusuh nyaris menggantung Wakil Presiden Mike Pence.

Ketika para perusuh menyerbu Gedung Capitol, Pence sedang memimpin sertifikasi Kongres dari pemilihan Dewan Elektoral yang dimenangkan Joe Biden atas Trump.

Pence, membuat Trump marah karena telah menolak permohonan presiden berulang kali untuk menggagalkan sertifikasi kemenangan Biden.

Baca juga: Trump Sebut Pendukungnya yang Sebabkan Kekacauan di Capitol adalah Perusuh


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X