Ada Insiden, Aparat Tutup Sementara Gedung Capitol dan Evakuasi Peserta Geladi Bersih Pelantikan Biden

Kompas.com - 19/01/2021, 09:53 WIB
Anggota militer dievakuasi kembali ke dalam US Capitol setelah ancaman keamanan di luar halaman Capitol. AP PHOTO/WIN MCNAMEEAnggota militer dievakuasi kembali ke dalam US Capitol setelah ancaman keamanan di luar halaman Capitol.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kompleks Gedung Capitol AS di Washington, DC, ditutup sementara karena kekhawatiran keamanan, Senin (18/1/2021), melansir Al Jazeera.

Terjadi kebakaran di perkemahan tunawisma sekitar 1,6 kilometer (satu mil) dari gedung parlemen AS tersebut.

Insiden itu menimbulkan asap yang membubung tinggi ke udara sehingga meningkatkan kekhawatiran di kompleks yang tengah menjalankan latihan untuk pelantikan ptresiden erpilih Joe Biden.

Namun, kemudian aparat penegak hukum memastikan tidak ada ancaman bagi publik, dan kebakaran tersebut diyakini tidak mengancam pelantikan.

“Evakuasi beberapa peserta dan penguncian diperintahkan oleh penjabat kepala Kepolisian Capitol dengan sangat hati-hati,” kata para pejabat.

Biden tidak berpartisipasi dalam latihan.

Baca juga: Upacara Perpisahan Trump Akan Digelar Meriah Saat Pelantikan Joe Biden

Kerusuhan pada 6 Januari di Gedung Capitol AS oleh pendukung Trump telah memicu kecemasan. Banyak kekhawatiran keamanan tentang pelantikan pada Rabu (20/1/2021).

Dinas Rahasia AS meningkatkan keamanan di dalam dan sekitar Capitol seminggu lebih awal dalam persiapan. Isolasi juga dilakukan di pusat kota dengan memblokade jalan-jalan dan pemasangan pagar tinggi.

Orang-orang dievakuasi dari Front Barat Capitol AS selama gladi bersih Pelantikan Presiden ke-59 di Capitol AS di WashingtonAP PHOTO/CAROLYN KASTER Orang-orang dievakuasi dari Front Barat Capitol AS selama gladi bersih Pelantikan Presiden ke-59 di Capitol AS di Washington

Selain itu, puluhan ribu Garda Nasional dan petugas penegak hukum lainnya ditempatkan di sekitar area tersebut.

Dalam evakuasi itu, peserta diantar dari Front Barat Capitol. Mereka yang berkumpul untuk berjalan-jalan, termasuk kelompok militer, diarahkan ke dalam ruangan dan bergerak ke arah lokasi yang aman di dalam kompleks Gedung Capitol.

Orang-orang yang terlibat dalam geladi bersih mengatakan, petugas keamanan berteriak, "Ini bukan latihan."

Baca juga: Jelang Pelantikan, Kamala Harris Resmi Ajukan Pengunduran Diri dari Senat AS

Dinas Rahasia AS, yang bertanggung jawab atas keamanan untuk peresmian, mengatakan di Twitter, “Karena sangat berhati-hati, kompleks Gedung Capitol AS ditutup sementara. Tidak ada ancaman bagi publik."

Dinas pemadam kebakaran kota mengunggah di Twitter bahwa petugas pemadam kebakaran memadamkan api di dekat kompleks Gedung Capitol.

"Tidak ada korban luka," kata departemen itu. Keterangan ini menjelaskan asap yang telah dilihat banyak orang.

Baca juga: Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

 


Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, 'Dyatlov Pass' Semakin Misterius

Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, "Dyatlov Pass" Semakin Misterius

Global
Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Global
14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

Global
Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Global
Wanita Ini Jual Anaknya Rp 1,4 Juta untuk Modal Jualan Miras

Wanita Ini Jual Anaknya Rp 1,4 Juta untuk Modal Jualan Miras

Global
China Bantah Wajibkan Diplomat AS Dites Swab Anal

China Bantah Wajibkan Diplomat AS Dites Swab Anal

Global
PM Armenia Tuding Militer Berusaha Melakukan Kudeta Menggulingkan Dirinya

PM Armenia Tuding Militer Berusaha Melakukan Kudeta Menggulingkan Dirinya

Global
komentar
Close Ads X