Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Kompas.com - 18/01/2021, 22:21 WIB
Dalam potongan rekaman video yang dipublikasikan ITV, nampak Riley June Williams, wanita berusia 22 tahun, ikut dalam kerumunan kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol, Washington DC, pada 6 Januari.Williams kini menjadi buruan Biro Penyelidik Federal (FBI) setelah mengeklaim mencuri laptop Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan hendak dijual ke Rusia. ITV News via Daily MailDalam potongan rekaman video yang dipublikasikan ITV, nampak Riley June Williams, wanita berusia 22 tahun, ikut dalam kerumunan kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol, Washington DC, pada 6 Januari.Williams kini menjadi buruan Biro Penyelidik Federal (FBI) setelah mengeklaim mencuri laptop Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan hendak dijual ke Rusia.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang wanita diburu Biro Penyelidik Federal (FBI), setelah dia mengaku mencuri laptop Ketua DPR AS dan hendak menjualnya ke Rusia.

Riley June Williams dijerat atas pasal memasuki bangunan terlarang dan perbuatan tidak menyenangkan, pada Minggu (17/1/2021).

Perempuan asal Harrisburg, Pennsylvania itu terekam ikut dalam kerusuhan di Gedung Capitol, Washington DC, pada 6 Januari.

Baca juga: FBI Cek Personel Garda Nasional, Cegah Adanya Pembangkang Saat Pelantikan Biden

Dalam affidavit, Agen FBI John Lund menuturkan pihaknya mendapat keterangan dari mantan kekasih Williams, diidentifikasi sebagai Q1.

Si mantan mengungkapkan Williams sudah mencuri entah laptop atau hard drive dari kantor Ketua DPR AS, Nancy Pelosi.

Dalam keterangan kepada penyidik, W1 menuturkan teman wanita 22 tahun itu memutarkan video momen saat di mencuri laptop itu.

Mereka mengeklaim Williams, yang merupakan perawat lansia, berencana menjual barang elektronik ke temannya di Rusia.

Dilansir Daily Mail, teman Williams itu disebut hendak menjual temuan tersebut ke SVR, atau badan intelijen luar negeri Rusia.

Hanya saja berdasarkan pengakuan W1, rencana itu urung dilaksanakan. Tak diketahui apakah Williams masih punya barang itu atau malah menghancurkannya.

Baca juga: Kendaraan Lapis Baja Garda Nasional Dicuri Jelang Pelantikan Biden, FBI Hadiahi Rp 141 Juta Bagi yang Menemukan

FBI menyatakan, saat ini klaim tersebut tengah mereka selidiki. Sementara ini, Williams hanya dijerat memasuki bangunan pemerintah dan perbuatan tak menyenangkan.

Perempuan itu sejauh ini belum ditangkap polisi atas tuduhan tersebut, dengan surat perintah penangkapannya juga belum dirilis.

Affidavit itu menerangkan, ada kemungkinan Williams sudah kabur merujuk pada ucapan penegak hukum Harrisburg.

Kepada mereka, ibu Williams mengungkapkan putrinya itu mengepak barang dan memberi tahu dia akan pergi selama beberapa pekan.

"Nampaknya Williams tidak menjelaskan kepada ibunya ke mana dia akan pergi," demikian keterangan affidavit tersebut.

Dalam video yang dipublikasikan ITV, Williams terekam sedang mengatur massa yang hendak memasuki Gedung Capitol.

Baca juga: Khawatir Ancaman dari Dalam, Personel Garda Nasional Diperiksa FBI

"Ke tangga. Ke tangga," teriak Williams yang saat itu mengerahkan T-shirt hijau, mantel coklat, dan tas zebra-pint.

Tangga yang dimaksud oleh Williams, seperti yang dikatakan oleh Lund, mengarahkan mereka ke tangga Ketua DPR AS Nancy Pelosi.

FBI menerangkan, awalnya Williams datang bersama ayahnya ke Washington, dan jadi bagian dari kampanye Stop the Steal.

Ayah Williams mengatakan mereka sempat terpisah dalam kerumunan, namun berhasil pulang di malam harinya.

Sejak kerusuhan tersebut, Lund berujar Williams mengganti nomor teleponnya dan menghapus akun di Facebook, Instagram, hingga Parler.

Di depan para penyidik, orangtua Williams berhasil mengontak putrinya, di mana dia terlihat mengenakan mantel yang sama saat kerusuhan.

Baca juga: Ahli yang Diminta Pendapatnya soal Voice Note FPI Pernah Kerja dengan FBI


Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

India Perlebar Program Vaksin Covid-19 untuk Usia 18 Tahun ke Atas, Begini Dampaknya ke Pasokan Global

India Perlebar Program Vaksin Covid-19 untuk Usia 18 Tahun ke Atas, Begini Dampaknya ke Pasokan Global

Global
Mayat Penderita Covid-19 Tersapu ke Pantai, Vanuatu Tutup Negaranya Selama 3 Hari

Mayat Penderita Covid-19 Tersapu ke Pantai, Vanuatu Tutup Negaranya Selama 3 Hari

Global
Berpose Telanjang Bersama Anaknya yang Masih 7 Tahun, Wanita Ini Dipenjara

Berpose Telanjang Bersama Anaknya yang Masih 7 Tahun, Wanita Ini Dipenjara

Global
Cerita Sukses Rwanda sebagai Negara Termiskin di Dunia dalam Tangani Covid-19

Cerita Sukses Rwanda sebagai Negara Termiskin di Dunia dalam Tangani Covid-19

Internasional
Misteri Tabrakan Tesla Tanpa Pengemudi, Mobil Hangus 2 Orang Tewas

Misteri Tabrakan Tesla Tanpa Pengemudi, Mobil Hangus 2 Orang Tewas

Global
Hormati Orang yang Puasa, Satpam Ini Balik Badan Saat Makan

Hormati Orang yang Puasa, Satpam Ini Balik Badan Saat Makan

Global
3 Negara Klub Pendiri ESL Kompak Lawan European Super League

3 Negara Klub Pendiri ESL Kompak Lawan European Super League

Global
Kasus Covid-19 Meningkat, Ibu Kota India Kembali Lockdown

Kasus Covid-19 Meningkat, Ibu Kota India Kembali Lockdown

Global
Rusia Akan Blokade Sebagian Laut Hitam, AS Kecam 'Eskalasi Tanpa Alasan'

Rusia Akan Blokade Sebagian Laut Hitam, AS Kecam "Eskalasi Tanpa Alasan"

Global
Balas Dendam, Ukraina Usir Diplomat Rusia dari Kiev

Balas Dendam, Ukraina Usir Diplomat Rusia dari Kiev

Global
Pangeran Harry Jalani Karantina Covid-19 dan Diperkirakan Segera Pulang ke California

Pangeran Harry Jalani Karantina Covid-19 dan Diperkirakan Segera Pulang ke California

Global
NASA Berhasil Terbangkan Drone dari Mars untuk Pertama Kalinya di Dunia

NASA Berhasil Terbangkan Drone dari Mars untuk Pertama Kalinya di Dunia

Global
PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

Global
ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

Global
Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Global
komentar
Close Ads X