WHO: Dunia di Ambang "Bencana Moral" dalam Distribusi Vaksin Covid-19

Kompas.com - 18/01/2021, 21:09 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi pers di Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU), pada 3 Juli 2020. AFP PHOTO/POOL/FABRICE COFFRINIDirektur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi pers di Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU), pada 3 Juli 2020.

JENEWA, KOMPAS.com - WHO menyebut dunia berada di ambang "bencana moral" dalam berbagi vaksin Covid-19, pada Senin (18/1/2021), mendesak negara dan produsen untuk menyebarkan dosis secara lebih adil ke seluruh dunia.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan proyeksi distribusi adil berada dalam "risiko serius", seperti skema pembagian vaksin Covax yang ditargetkan akan mulai mendistribusikan suntikan bulan depan.

Melansir Reuters pada Senin (18/1/2021), Tedros mencatat 44 kesepakatan bilateral telah ditandatangani tahun lalu dan setidaknya 12 telah ditandatangani tahun ini.

Baca juga: China Bagi-bagi Vaksin Corona Gratis, Filipina Akan Dapat 500.000 Dosis

"Ini dapat menunda pendistribusian Covax dan menciptakan skenario yang sebenarnya dihindari Covax, yaitu penimbunan, pasar yang kacau, sebuah respons yang tidak terkoordinasi serta gangguan sosial dan ekonomi berkelanjutan," paparnya.

"Pendekatan saya duluan", seperti itu membuat orang-orang termiskin dan paling rentan di dunia dalam risiko, katanya pada pembukaan pertemuan virtual Dewan Eksekutif tahunan WHO.

“Pada akhirnya tindakan ini hanya akan memperpanjang pandemi,” ucapnya.

Baca juga: India Gunakan Vaksin Covid-19 Dalam Negeri untuk Vaksinasi Massal Mulai Juli

Selanjutnya, ia mendesak negara-negara untuk menghindari kesalahan yang sama yang dibuat selama pandemi H1N1 dan HIV.

Perebutan global untuk pengambilan suntikan vaksin Covid-19 telah meningkat ketika varian baru virus corona yang lebih menular beredar.

Tedros mengatakan lebih dari 39 juta dosis vaksin virus corona telah diberikan di 49 negara berpenghasilan tinggi, sedangkan hanya 25 dosis telah diberikan di satu negara miskin.

Baca juga: Tahanan Palestina Dapat Vaksin Covid-19 di Penjara Israel

Seorang delegasi dari Burkina Faso, atas nama kelompok Afrika, menyatakan keprihatinan pada pertemuan tersebut bahwa beberapa negara telah “menyedot” sebagian besar persediaan vaksin Covid-19.

Halaman:

Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UNIK GLOBAL] Dapat Jutaan Rupiah Hanya dari Tidur | Wanita Gunakan Celana Dalam Jadi Masker

[UNIK GLOBAL] Dapat Jutaan Rupiah Hanya dari Tidur | Wanita Gunakan Celana Dalam Jadi Masker

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Semion Mogilevich, Bos Mafia Cerdas Ahli 'Cuci Uang'

[Biografi Tokoh Dunia] Semion Mogilevich, Bos Mafia Cerdas Ahli "Cuci Uang"

Global
Asia Tenggara Akan Butuh 4.400 Pesawat Baru Senilai Rp 9,9 Kuadriliun

Asia Tenggara Akan Butuh 4.400 Pesawat Baru Senilai Rp 9,9 Kuadriliun

Global
Setiap Tahun Warga Australia Bisa Habiskan Miliaran Dolar Demi Konsumsi Narkoba

Setiap Tahun Warga Australia Bisa Habiskan Miliaran Dolar Demi Konsumsi Narkoba

Global
Kenapa Keterlibatan Putra Mahkota dalam Pembunuhan Khashoggi Disebut Bisa Guncang Arab Saudi?

Kenapa Keterlibatan Putra Mahkota dalam Pembunuhan Khashoggi Disebut Bisa Guncang Arab Saudi?

Global
Pantai Gading Jadi Negara Kedua Penerima Vaksin Melalui Covax

Pantai Gading Jadi Negara Kedua Penerima Vaksin Melalui Covax

Global
Ditegur Langgar Aturan Covid-19, Wanita Ini Pakai Celana Dalamnya Jadi Masker

Ditegur Langgar Aturan Covid-19, Wanita Ini Pakai Celana Dalamnya Jadi Masker

Global
Deretan Menkes yang Mundur Selama Pandemi Bertambah, Begini Klaimnya

Deretan Menkes yang Mundur Selama Pandemi Bertambah, Begini Klaimnya

Global
Beli TV secara Online, Pria Ini Malah Dapat Surat yang Mengejutkan

Beli TV secara Online, Pria Ini Malah Dapat Surat yang Mengejutkan

Global
Cerai, Istri Minta Ganti Rugi Rp 350 Juta ke Suami karena Mengurus Rumah Sendirian

Cerai, Istri Minta Ganti Rugi Rp 350 Juta ke Suami karena Mengurus Rumah Sendirian

Global
Tidak Pakai Masker di Lift Bocah 1 Tahun Didenda Rp 300.000

Tidak Pakai Masker di Lift Bocah 1 Tahun Didenda Rp 300.000

Global
DPR AS Setujui Rencana Joe Biden untuk Paket Stimulus Covid-19 1,9 Triliun Dollar AS

DPR AS Setujui Rencana Joe Biden untuk Paket Stimulus Covid-19 1,9 Triliun Dollar AS

Global
Sempat Bersitegang, Pemerintah China Kini Puji Jack Ma Ternyata Ini Alasannya

Sempat Bersitegang, Pemerintah China Kini Puji Jack Ma Ternyata Ini Alasannya

Global
Ramai soal Orang Shalat di Tengah Jalan, Ternyata ODGJ dan Didoakan Netizen

Ramai soal Orang Shalat di Tengah Jalan, Ternyata ODGJ dan Didoakan Netizen

Global
Viral Patung Emas Trump Muncul dengan Jas tapi Pakai Sandal Jepit

Viral Patung Emas Trump Muncul dengan Jas tapi Pakai Sandal Jepit

Global
komentar
Close Ads X