China Mulai Geser AS sebagai Pemasok Energi Nuklir Terbesar di Dunia

Kompas.com - 15/01/2021, 23:40 WIB
Bendera China terpasang di sebuah reaktor nuklir di Hefei, Provinsi Anhui, China, 14 November 2018. REUTERS via VOA INDONESIABendera China terpasang di sebuah reaktor nuklir di Hefei, Provinsi Anhui, China, 14 November 2018.

BEIJING, KOMPAS.com - Sejumlah pakar menyatakan China bergerak untuk menggantikan Amerika Serikat sebagai pemimpin global dalam produksi dan penjualan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Ini memberi kesempatan bagi Beijing yang berupaya untuk menjadi kekuatan ekonomi dan diplomatik terkemuka dunia.

Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan oleh Strategic Studies Quarterly, sebuah jurnal yang disponsori Angkatan Udara AS, menemukan bahwa sejak 2000, sebanyak 96 reaktor nuklir telah terhubung pada jaringan listrik di 13 negara. Dari jumlah tersebut, 45 di antaranya dibangun di China dan 12 reaktor di Rusia.

Baca juga: Berdalih Cegah Perang Nuklir, Kim Jong Un Serukan Penguatan Militer Korea Utara

Studi itu juga menunjukkan bahwa dari 54 reaktor yang sedang dibangun di sejumlah negara di seluruh dunia, 20 reaktor berhubungan dengan China atau Rusia, dan 13 reaktor nuklir dirancang oleh China.

Dinilai sebagai sumber energi paling kompleks, energi nuklir telah kehilangan popularitas di Amerika Serikat, bahkan ketika permintaan bertambah di kawasan lainnya.

Terutama di negara-negara berkembang dengan perekonomian dan permintaan atas energi listrik meningkat tajam.

Baca juga: Khawatir soal Penggunaan Kode Nuklir, Ketua DPR AS Hubungi Panglima Militer

Tenaga nuklir yang dipandang sebagai sumber energi bersih tanpa emisi, berperan sangat penting bagi pembangunan ekonomi dan beberapa rencana emisi nol bersih di banyak negara.

Tahun lalu laporan tahunan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) memproyeksikan kapasitas listrik nuklir dunia akan berlipat ganda pada 2050.

Menurut data yang dirilis Asosiasi Nuklir Dunia dalam "Laporan Kinerja Nuklir Dunia 2020", meskipun Amerika Serikat memiliki jumlah reaktor operasional terbesar sebanyak 95 unit, hanya dua reaktor baru yang sedang dalam pemeliharaan.

Sebaliknya, China hanya memiliki 48 reaktor nuklir operasional, namun 11 unit lainnya sedang dalam pembangunan.

Laporan lain dari China Nuclear Energy Association pada 2020 menyatakan China telah memimpin dunia dalam pembangunan reaktor nuklir baru pada tahun 2018 dan 2019.

Baca juga: Kim Jong Un Janji Tambah Senjata Nuklir demi Perangi Kebencian AS


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X