AS Pangkas Kehadiran Tentara di Afghanistan dan Irak, Tersisa 2.500 Personel

Kompas.com - 15/01/2021, 22:05 WIB
Personel tentara AS di Afghanistan. AFP / WAKIL KOHSARPersonel tentara AS di Afghanistan.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Amerika Serikat ( AS) telah memangkas kehadiran personel militernya di Afghanistan dan Irak.

Kini, sisa personel militer AS di kedua negara tersebut masing-masing berjumlah 2.500 tentara, jumlah terendah selama hampir 20 tahun terakhir.

Pengumuman pemangkasan tentara AS di Afghanistan dan Irak tersebut disampaikan oleh Kementerian Pertahanan AS pada Jumat (15/1/2021) sebagaimana dilansir dari AFP.

Baca juga: Identik Germo dan Prostitusi, Afghanistan Pensiunkan Pelat Nomor 39

Presiden AS Donald Trump yang akan turun takhta telah memerintahkan penurunan jumlah pasukan AS di kedua negara itu pada Jumat.

Pejabat Pelaksana Menteri Pertahanan AS Chris Miller mengatakan, pemangkasan jumlah tentara AS di kedua negara itu disebabkan karena adanya kemajuan mengenai perdamaian.

Sehingga, menjadi hal yang memungkinkan untuk memangkas kehadiran pasukan AS di Afghanistan dan Irak tanpa penurunan keamanan rakyat AS dan mitra AS.

Baca juga: Jurnalis Jadi Sasaran Pembunuhan di Afghanistan Lagi, Dibunuh dengan Bom

"Hari ini, AS lebih dekat dari sebelumnya untuk mengakhiri hampir dua dekade perang dan menyambut dalam proses perdamaian pimpinan Afghanistan untuk mencapai penyelesaian politik dan gencatan senjata permanen dan komprehensif," kata Miller dalam sebuah pernyataan.

Pemangkasan yang lebih banyak, kata Miller, tergantung pada kemajuan pembicaraan damai antara pemerintah Afghanistan dan kelompok Taliban.

"Ke depan, Kementerian Pertahanan untuk sementara waktu akan melanjutkan perencanaan yang mampu mengurangi jumlah pasukan AS menjadi nol pada Mei 2021, penarikan di masa depan seperti itu tetap berdasarkan kondisi," imbuh Miller.

Baca juga: Afghanistan Diguncang 3 Serangan dalam 2 Hari, 23 Orang Tewas

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, 'Dyatlov Pass' Semakin Misterius

Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, "Dyatlov Pass" Semakin Misterius

Global
Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Global
14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

Global
Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Global
Wanita Ini Jual Anaknya Rp 1,4 Juta untuk Modal Jualan Miras

Wanita Ini Jual Anaknya Rp 1,4 Juta untuk Modal Jualan Miras

Global
China Bantah Wajibkan Diplomat AS Dites Swab Anal

China Bantah Wajibkan Diplomat AS Dites Swab Anal

Global
PM Armenia Tuding Militer Berusaha Melakukan Kudeta Menggulingkan Dirinya

PM Armenia Tuding Militer Berusaha Melakukan Kudeta Menggulingkan Dirinya

Global
komentar
Close Ads X