Kabarnya Viral Usai Bikin 11 Polisi Tidur di Depan Rumah, Pak Nor: Sebenarnya Mau Buat yang Kecil

Kompas.com - 15/01/2021, 16:05 WIB
Nor Muhamad Roslam Harun (40) warga Kampung Padang Luas, Jerteh, Malaysia, yang membuat 11 polisi tidur di jalan samping rumahnya, berpose setelah menghancurkan semua polisi tidur itu usai dikomplain warga. BERNAMANor Muhamad Roslam Harun (40) warga Kampung Padang Luas, Jerteh, Malaysia, yang membuat 11 polisi tidur di jalan samping rumahnya, berpose setelah menghancurkan semua polisi tidur itu usai dikomplain warga.

JERTEH, KOMPAS.com - Seorang warga di Kampung Padang Luas, Jerteh, Malaysia, mengaku awalnya tidak berniat membuat 11 polisi tidur besar (speed bump), seperti yang kabarnya viral di media sosial.

Warga bernama Nor Muhammad Roslam Harun (40) itu mengaku, dia sebenarnya ingin membuat pembatas kecepatan (speed hump) berupa polisi tidur kecil-kecil.

"Sebenarnya saya mau buat speed hump, tapi aspal mengeras begitu cepat sebelum diratakan, sehingga jadi besar dan membuat jalan tidak bisa dilewati semua mobil kecuali 4WD," ujarnya dikutip dari kantor berita pemerintah Malaysia, Bernama.

Baca juga: Kesal Banyak Orang Ngebut, Warga Bikin 11 Polisi Tidur di Depan Rumahnya

Pak Nor juga mengakui kesalahannya, dan tak lama kemudian menghancurkan lagi semua polisi tidur itu plus dua yang lama, sehingga totalnya 13.

"Kemarin ada polisi datang menemui saya. Dia menasihati saya dengan baik untuk menghilangkan semua polisi tidur itu," katanya pada Kamis (14/1/2021).

"Jadi kemarin saya menyewa buldoser untuk meratakan 13 polisi tidur, termasuk dua yang lama," imbuh Nor.

Baca juga: Biar Kaki-kaki Awet, Begini Cara Aman Motor Matik Hajar Polisi Tidur

11 polisi tidur yang dibangun di depan rumah Nor Muhammad Roslam Harun (40) di Kampung Padang Luas, Jerteh, Malaysia, karena kesal banyak orang mengebut.FACEBOOK Info Radblock JPJ/POLIS 11 polisi tidur yang dibangun di depan rumah Nor Muhammad Roslam Harun (40) di Kampung Padang Luas, Jerteh, Malaysia, karena kesal banyak orang mengebut.
Mengutip situsweb Adiguna Karya Persada, speed bump atau yang dikenal sebagai polisi tidur di Indonesia adalah pembatas kecepatan yang digunakan hanya pada area parkir, jalan privat, atau jalan lingkungan terbatas dengan kecepatan operasional di bawah 10 km.

Kemudian speed hump adalah pembatas kecepatan yang digunakan hanya pada jalan lokal dan jalan lingkungan dengan kecepatan operasional 11 – 20 km.

Oleh karena itu, speed bump lebih agresif meredam kecepatan dibandingkan speed hump.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Global
Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Global
Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Internasional
Setelah AS, Negara Sekutunya Bakal Meninggalkan Afghanistan

Setelah AS, Negara Sekutunya Bakal Meninggalkan Afghanistan

Global
Demi Kesejahteraan Hewan, Selandia Baru Larang Ekspor Hewan Ternak Hidup Lewat Laut

Demi Kesejahteraan Hewan, Selandia Baru Larang Ekspor Hewan Ternak Hidup Lewat Laut

Global
Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Global
Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Global
Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Global
Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Global
Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Global
Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Global
Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Global
Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Global
Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap 'Maafkan' Kerajaan Inggris

Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap "Maafkan" Kerajaan Inggris

Global
Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Global
komentar
Close Ads X