Jelang Pelantikan Biden, Korea Utara Pamer Rudal Balistik untuk Unjuk Kekuatan

Kompas.com - 15/01/2021, 06:34 WIB
Ilustrasi rudal balistik. Gambar yang berasal dari tangkapan layar tayangan kanal televisi Korea Utara, KRT, menunjukkan rudal balistik antar benua (ICBM) terbaru yang dipunyai Korea Utara, dipamerkan dalam parade militer untuk merayakan 75 tahun Partai Buruh di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, pada 10 Oktober 2020. KRT via APIlustrasi rudal balistik. Gambar yang berasal dari tangkapan layar tayangan kanal televisi Korea Utara, KRT, menunjukkan rudal balistik antar benua (ICBM) terbaru yang dipunyai Korea Utara, dipamerkan dalam parade militer untuk merayakan 75 tahun Partai Buruh di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, pada 10 Oktober 2020.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara yang bersenjata nuklir memamerkan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam pada parade militer di Pyongyang, lapor media pemerintah, Jumat (15/1/2021).

Melansir kantor berita AFP, penampilan rudal balistik itu bertujuan menunjukkan kekuatan Korea Utara beberapa hari jelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat (AS) selanjutnya.

Parade tersebut menandai berakhirnya Kongres Partai Buruh yang jarang digelar di mana Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un pada kesempatan itu dikabarkan mencela AS sebagai 'musuh utama' negaranya.

Baca juga: Berdalih Cegah Perang Nuklir, Kim Jong Un Serukan Penguatan Militer Korea Utara

"Senjata terkuat di dunia, rudal balistik yang diluncurkan kapal selam, memasuki alun-alun satu demi satu, dengan sangat kuat menunjukkan kekuatan angkatan bersenjata revolusioner," ungkap kantor berita KCNA.

Pameran itu juga menampilkan roket yang digambarkan punya kemampuan serangan kuat yang mampu melumpuhkan musuh lebih dulu secara menyeluruh di luar wilayah.

Para pengamat mengatakan Korea Utara menggunakan Kongres tersebut untuk mengirim pesan kekuatan kepada pemerintahan Washington yang akan datang dalam upaya mereka untuk mendapatkan konsesi.

Baca juga: Joe Biden Diminta Tanggapi Pengumuman Kim Jong Un dengan Serius

Kim Jong Un dan Donald Trump memiliki hubungan yang kacau, terlibat dalam aksi saling hina dan mengancam perang bersama.

Padahal sebelumnya, mereka punya jalinan bromance diplomatik yang luar biasa yang menampilkan pertemuan puncak yang menarik dan pernyataan cinta dari Trump.

Proses perundingan nuklir Korea Utara yang dilakukan antara Kim dan Trump menemui jalan buntu setelah pertemuan mereka pada Februari 2019 di Hanoi macet akibat pencabutan sanksi AS dan apa yang bersedia diserahkan oleh Pyongyang sebagai gantinya.

Baca juga: Saat Kim Jong Un Naik Jabatan, Nama Kim Yo Jong Hilang dari Anggota Partai, Ada Apa?

Perubahan kepemimpinan AS menghadirkan tantangan bagi Korea Utara dengan Biden dikaitkan menggunakan pendekatan yang sama seperti saat pemerintahan Obama.

Biden bahkan pernah mendeskripsikan sosok Kim sebagai "berandal" selama debat presidennya dengan Trump.

Menteri Pertahanan Korea Utara Kim Jong Gwan dalam pidatonya juga menyebut dan memuji pameran rudal balistik sebagai 'yang tak terkalahkan' dan mereka 'banggakan', lapor KCNA.

Baca juga: Kim Jong Un Janji Tambah Senjata Nuklir demi Perangi Kebencian AS


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X