Penjelasan Lengkap tentang Pemakzulan Trump Jilid 2 dan Prosesnya

Kompas.com - 14/01/2021, 15:41 WIB
Dalam foto file Kamis 18 Juni 2020 ini, Presiden Donald Trump melihat ponselnya selama pertemuan meja bundar dengan para gubernur tentang pembukaan kembali bisnis kecil Amerika, di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington. AP/Alex BrandonDalam foto file Kamis 18 Juni 2020 ini, Presiden Donald Trump melihat ponselnya selama pertemuan meja bundar dengan para gubernur tentang pembukaan kembali bisnis kecil Amerika, di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Donald Trump kini menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) pertama yang dimakzulkan dua kali.

Pemakzulan Trump jilid 2 ini dibuka oleh DPR AS pada Rabu (13/1/2021), dengan tuduhan Trump memprovokasi massa di penyerbuan Capitol Hill minggu lalu.

Sejauh ini di "Negeri Paman Sam" belum ada presiden yang digulingkan dari jabatannya karena pemakzulan.

Baca juga: Dimakzulkan Dua Kali, Trump Rilis Pesan Video, Apa Isinya?

Sebelumnya, Richard Nixon hampir lengser karena dimakzulkan juga tetapi langsung mundur pada 1974, buntut dari kasus rekaman Watergate.

Kemudian dua presiden lainnya berhasil berkelit dari pemakzulan, yaitu Andrew Johnson pada 1868 dan Bill Clinton tahun 1998. Keduanya sama-sama dibebaskan oleh Senat.

Sementara itu, Trump adalah presiden ketiga yang lolos dari pemakzulan yaitu pada 2019. Ia juga dibebaskan Senat (yang dikuasai fraksi Republik) pada 16 Januari 2020.

Bagaimana proses pemakzulan Trump?

Dilansir AFP pada Rabu (13/1/2021), jika para anggota parlemen yakin seorang presiden terlibat atas pengkhianatan, penyuapan, atau kejahatan dan pelanggaran lainnya, proses pemakzulannya akan dimulai di DPR.

Setiap anggota parlemen dapat mengajukan rancangan pemakzulan, yang seperti RUU lainnnya juga dikirim ke komite.

Akan tetapi bisa juga tanpa rancangan seperti pemakzulan kali ini. Panitia akan meninjau bukti-bukti yang diterimanya dan melakukan penyelidikan sendiri.

Jika buktinya cukup kuat, komite akan menyusun pasal-pasal pemakzulan - setara tuntutan pidana secara politik - dan mengirimnya ke DPR.

Baca juga: Trump Akhirnya Dimakzulkan dengan Dukungan 10 Politisi Partai Republik

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, 'Dyatlov Pass' Semakin Misterius

Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, "Dyatlov Pass" Semakin Misterius

Global
Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Global
14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

Global
Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Global
komentar
Close Ads X