Dimakzulkan Dua Kali, Trump Rilis Pesan Video, Apa Isinya?

Kompas.com - 14/01/2021, 10:32 WIB
Foto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan panggilan telepon dari Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan Kepala Staf Gabungan Mark Milley, pada Minggu (4/10/2020) di ruang konferensi RS Militer Walter Reed, Bethesda, Maryland. THE WHITE HOUSE/TIA DUFOUR via APFoto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan panggilan telepon dari Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan Kepala Staf Gabungan Mark Milley, pada Minggu (4/10/2020) di ruang konferensi RS Militer Walter Reed, Bethesda, Maryland.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merilis pesan video, beberapa saat setelah dia dimakzulkan DPR AS.

Sebelumnya, DPR AS yang dimotori Partai Demokrat mengesahkan resolusi pemakzulan dengan suara mendukung 232 berbanding 197.

Selain fakta Trump menjadi presiden pertama yang dimakzulkan dua kali, ada 10 anggota Partai Republik yang berbalik menentangnya.

Baca juga: DPR AS Ketok Palu Pemakzulan Trump Kedua

Dalam video yang diunggah Gedung Putih, presiden 74 tahun itu tidak menyebut pemakzulan yang tengah menerpa dirinya.

Dia fokus kepada upaya pemulihan negara, setelah pendukungnya melakukan kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari.

"Tidak ada suporter saya yang mendukung kekerasan politik. Tidak ada suporter saya yang melecehkan penegak hukum atau bendera negara kita," kata dia.

"Kini, saya meminta semuanya yang percaya pada tujuan kita agar menurunkan tensi, dan membantu membagikan perdamaian," lanjutnya.

Di bagian akhir video, presiden ke-45 AS itu menuding adanya serangan terhadap kebebasan berpendapat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dia menuding adanya upaya sensor dan mendaftarhitamkan sejumlah orang yang menurutnya salah dan membahayakan negara.

Baca juga: Didakwa Terlibat Kerusuhan Gedung Capitol, Pendukung Trump Bunuh Diri di Ruang Bawah Tanah

"Yang kita butuhkan saat ini adalah mendengarkan satu sama lain, bukan berusaha membungkam satu sama lain," klaimnya.

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Patung Rusia Dicemooh Mirip White Walker 'Game of Thrones' Dilelang Rp 506 Juta

Patung Rusia Dicemooh Mirip White Walker "Game of Thrones" Dilelang Rp 506 Juta

Global
Para Tokoh di AS Ramai-ramai Minta MBS Dihukum atas Pembunuhan Khashoggi

Para Tokoh di AS Ramai-ramai Minta MBS Dihukum atas Pembunuhan Khashoggi

Global
Misteri 7 Tahun 'Lubang Neraka Siberia' di Lingkaran Arktik Rusia

Misteri 7 Tahun "Lubang Neraka Siberia" di Lingkaran Arktik Rusia

Global
Dicap Pengkhianat, Dubes Myanmar untuk PBB Dipecat Junta Militer

Dicap Pengkhianat, Dubes Myanmar untuk PBB Dipecat Junta Militer

Global
Tunawisma di Rusia Mulai Diberi Vaksin Covid-19

Tunawisma di Rusia Mulai Diberi Vaksin Covid-19

Global
Pesawat Hendak Lepas Landas, Tiba-tiba Semua Penumpang Terbatuk karena Semprotan Merica

Pesawat Hendak Lepas Landas, Tiba-tiba Semua Penumpang Terbatuk karena Semprotan Merica

Global
6 Bencana Alam Dahsyat dalam Sejarah Dunia, Salah Satunya Letusan Gunung Tambora

6 Bencana Alam Dahsyat dalam Sejarah Dunia, Salah Satunya Letusan Gunung Tambora

Global
Gara-gara 3 Laba-laba Berbisa, Sebuah Perpustakaan di AS Terpaksa Ditutup

Gara-gara 3 Laba-laba Berbisa, Sebuah Perpustakaan di AS Terpaksa Ditutup

Global
Celana Dalam Ini Diklaim Terbersih di Dunia, Dapat Dipakai Terus Tanpa Dicuci

Celana Dalam Ini Diklaim Terbersih di Dunia, Dapat Dipakai Terus Tanpa Dicuci

Global
Pebisnis Indonesia di Myanmar, Berbagi Kisah Kunci Bertahan di Tengah Gejolak untuk Para Entrepreneur

Pebisnis Indonesia di Myanmar, Berbagi Kisah Kunci Bertahan di Tengah Gejolak untuk Para Entrepreneur

Global
Pria Ini Palsukan Penculikannya Sebagai Alasan Tidak Pergi Bekerja

Pria Ini Palsukan Penculikannya Sebagai Alasan Tidak Pergi Bekerja

Global
[UNIK GLOBAL] Dapat Jutaan Rupiah Hanya dari Tidur | Wanita Gunakan Celana Dalam Jadi Masker

[UNIK GLOBAL] Dapat Jutaan Rupiah Hanya dari Tidur | Wanita Gunakan Celana Dalam Jadi Masker

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Semion Mogilevich, Bos Mafia Cerdas Ahli 'Cuci Uang'

[Biografi Tokoh Dunia] Semion Mogilevich, Bos Mafia Cerdas Ahli "Cuci Uang"

Global
Asia Tenggara Akan Butuh 4.400 Pesawat Baru Senilai Rp 9,9 Kuadriliun

Asia Tenggara Akan Butuh 4.400 Pesawat Baru Senilai Rp 9,9 Kuadriliun

Global
Setiap Tahun Warga Australia Bisa Habiskan Miliaran Dolar Demi Konsumsi Narkoba

Setiap Tahun Warga Australia Bisa Habiskan Miliaran Dolar Demi Konsumsi Narkoba

Global
komentar
Close Ads X