Rusia Akan Memulai Vaksinasi Massal Menggunakan Sputnik V Minggu Depan

Kompas.com - 14/01/2021, 06:30 WIB
Ilustrasi vaksinasi lansia, vaksin untuk lansia, vaksin Covid-19 untuk lansia, vasinasi Covid-19 lansia SHUTTERSTOCK/Bojan MilinkovIlustrasi vaksinasi lansia, vaksin untuk lansia, vaksin Covid-19 untuk lansia, vasinasi Covid-19 lansia

"Kami harus secara serius meningkatkan kampanye vaksinasi," kata Golikova, seraya menambahkan bahwa lebih dari 2 juta dosis akan tersedia pada akhir Januari.

Banyak ahli yang skeptis, mengatakan negara itu belum siap memproduksi vaksin virus corona secara massal.

Rusia memulai vaksinasi dengan Sputnik pada awal Desember, meskipun masih dalam tahap ketiga uji klinis. Inokulasi awal diberikan pada pekerja yang berisiko tinggi terinfeksi.

Vaksin Sputnik V menggunakan dua vektor adenovirus manusia yang berbeda dan diberikan dalam dua dosis dengan jeda 21 hari.

Baca juga: Belarusia dan Argentina Mulai Vaksinasi Covid-19 dengan Sputnik V Produksi Rusia

Vaksin Covid-19 satu ini dapat disimpan pada suhu antara dua dan delapan derajat Celcius, alih-alih suhu yang jauh di bawah titik beku yang diperlukan untuk beberapa vaksin lain.

Rusia juga telah mendaftarkan vaksin virus corona kedua, EpiVacCorona.

Negara itu dalam beberapa bulan terakhir dilanda gelombang kedua infeksi virus corona. Tetapi Kremlin menahan diri untuk memberlakukan pembatasan besar-besaran seperti pada awal pandemi.

Kasus harian baru yang tercatat telah menurun dalam beberapa hari terakhir.

Hingga Rabu, pihak berwenang telah melaporkan lebih dari 3,47 juta infeksi dan lebih dari 63.000 kematian. Namun para ahli mengatakan otoritas kesehatan Rusia menurunkan angka laporan kematian negara itu.

Rusia pada Desember mengatakan jumlah kematian akibat virus corona lebih dari tiga kali lebih tinggi daripada yang dilaporkan sebelumnya. Dengan itu menjadikannya negara terbesar ketiga dengan jumlah kematian lebih dari 186.000.

Pada Senin, Rusia mengatakan 1,5 juta orang di seluruh dunia telah menerima Sputnik V, meskipun pemerintah tidak memberikan perincian.

Baca juga: Menkes Rusia Sebut Vaksin Sputnik V Aman untuk Lansia 60 Tahun ke Atas

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Induk Anjing Ini 'Tangisi' 2 Anaknya yang Mati saat Lahir, Gali Kuburan Mereka

Induk Anjing Ini "Tangisi" 2 Anaknya yang Mati saat Lahir, Gali Kuburan Mereka

Global
BBC Dapat 110.000 Komplain karena Siaran Pasca-Kematian Pangeran Philip

BBC Dapat 110.000 Komplain karena Siaran Pasca-Kematian Pangeran Philip

Global
Bayi di Brasil Banyak yang Meninggal karena Covid-19, Apa yang Terjadi?

Bayi di Brasil Banyak yang Meninggal karena Covid-19, Apa yang Terjadi?

Global
AS Jatuhi Rusia Sanksi Bertubi-tubi, Ini Daftarnya

AS Jatuhi Rusia Sanksi Bertubi-tubi, Ini Daftarnya

Global
Pakai Golok untuk Bedah Orang, Tabib Kuba Ini Kebanjiran Pasien

Pakai Golok untuk Bedah Orang, Tabib Kuba Ini Kebanjiran Pasien

Global
Penembakan di Indianapolis AS: Korban Beberapa Orang, Pelaku Tewas Bunuh Diri

Penembakan di Indianapolis AS: Korban Beberapa Orang, Pelaku Tewas Bunuh Diri

Global
Agar Kodok Bisa Kawin, Estonia Sampai Tutup Ruas Jalannya

Agar Kodok Bisa Kawin, Estonia Sampai Tutup Ruas Jalannya

Global
Balas Serangan Roket, Israel Gempur Gaza dari Udara

Balas Serangan Roket, Israel Gempur Gaza dari Udara

Global
Sejarah Hubungan Iran-Israel: dari Bersekutu hingga Jadi Lawan Mematikan

Sejarah Hubungan Iran-Israel: dari Bersekutu hingga Jadi Lawan Mematikan

Internasional
Tak Ingin Buat China Marah, Kapal Induk Inggris Hindari Lewat Selat Taiwan

Tak Ingin Buat China Marah, Kapal Induk Inggris Hindari Lewat Selat Taiwan

Global
Pangeran William dan Harry Tak Akan Bersebelahan di Pemakaman Pangeran Philip

Pangeran William dan Harry Tak Akan Bersebelahan di Pemakaman Pangeran Philip

Global
Jenazah Pangeran Philip Bakal Dipindahkan jika Ratu Elizabeth II Meninggal

Jenazah Pangeran Philip Bakal Dipindahkan jika Ratu Elizabeth II Meninggal

Global
Derek Chauvin, Pelaku Pembunuhan George Floyd, Takkan Bersaksi di Pengadilan

Derek Chauvin, Pelaku Pembunuhan George Floyd, Takkan Bersaksi di Pengadilan

Global
PM Inggris Bantah Bantu Putra Mahkota Arab Saudi Ambil Alih Newcastle United

PM Inggris Bantah Bantu Putra Mahkota Arab Saudi Ambil Alih Newcastle United

Global
Covid-19 Makin Buruk di Brasil, Pasien Diikat dan Diintubasi Tanpa Ditenangkan

Covid-19 Makin Buruk di Brasil, Pasien Diikat dan Diintubasi Tanpa Ditenangkan

Global
komentar
Close Ads X