Babak Kedua Pemakzulan Trump oleh DPR AS Dimulai

Kompas.com - 13/01/2021, 23:06 WIB
Presiden ke-45 Amerika Serikat Donald Trump memainkan smartphone dalam diskusi dengan para gubernur tentang pembukaan kembali ekonomi paska Covid-19 di Gedung Putih, Washington DC (18/6/2020). SAUL LOEB/AFPPresiden ke-45 Amerika Serikat Donald Trump memainkan smartphone dalam diskusi dengan para gubernur tentang pembukaan kembali ekonomi paska Covid-19 di Gedung Putih, Washington DC (18/6/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - DPR AS resmi memulai upaya pemakzulan kedua terhadap Presiden Donald Trump buntut kerusuhan pekan lalu.

Dalam agenda pembuka untuk menentukan aturan sidang, Ilhan Omar meminta kepada politisi Republik untuk ikut menyingkirkan sang presiden.

Omar menyatakan, kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol pada 6 Januari sudah jelas disulut oleh Presiden Trump.

Baca juga: Donald Trump Tolak Bertanggung Jawab dalam Penyerbuan Gedung Capitol

Dia menuturkan bahwa kericuhan yang menewaskan lima orang itu merupakan upaya tercela untuk mengintervensi demokrasi AS.

"Presiden tidak hanya menyulut kekerasan atas pemerintah, namun setiap ucapannya juga memantik pemberontakan," kata Omar.

Politisi dari daerah pemilihan Minnesota itu menyerukan, mereka harus menjalankan peran mereka sebagai legislator sesuai Konstitusi AS.

"Saya memenuhi sumpah jabatan saya. Kini saya menantang kolega di seberang untuk melakukan hal yang sama," tegasnya.

Pernyataan tak jauh berbeda juga disuarakan oleh Shella Jackson Lee, anggota DPR AS dari daerah pemilihan Texas.

Dilansir CNN Rabu (13/1/2021), dia terang-terangan menyebut Trump sebagai pemeberontak yang melawan Amerika Serikat.

Baca juga: Trump Sebut Pendukungnya yang Sebabkan Kekacauan di Capitol adalah Perusuh

Sementara Jason Smith yang berasal dari GOP (Republik) menyebut pemakzulan itu adalah kecerobohan dan meminta rakyat didahulukan daripada politik.

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bintang Porno Menari Erotis di Video Musik, Publik Iran Marah

Bintang Porno Menari Erotis di Video Musik, Publik Iran Marah

Internasional
Suster yang Berlutut di Depan Militer Myanmar Siap Mati demi Lindungi Demonstran

Suster yang Berlutut di Depan Militer Myanmar Siap Mati demi Lindungi Demonstran

Global
Robot Perseverance Berhasil Test Drive di Mars, Kabar Baik buat NASA

Robot Perseverance Berhasil Test Drive di Mars, Kabar Baik buat NASA

Global
Presiden Brasil Perintahkan Rakyatnya Berhenti 'Merengek' di Saat Jumlah Kematian Capai 260.000

Presiden Brasil Perintahkan Rakyatnya Berhenti "Merengek" di Saat Jumlah Kematian Capai 260.000

Global
Kelabui Istri, Pria Ini Samarkan PS5 sebagai WiFi

Kelabui Istri, Pria Ini Samarkan PS5 sebagai WiFi

Global
600 Polisi Myanmar Membelot, Ikut Rakyat Lawan Junta Militer

600 Polisi Myanmar Membelot, Ikut Rakyat Lawan Junta Militer

Global
Resmi, Pemerintah Nepal dan Pemberontak Komunis Akhirnya Berdamai

Resmi, Pemerintah Nepal dan Pemberontak Komunis Akhirnya Berdamai

Global
Perusahaan Ini Jual Udara Segar dari Pantai, Harganya Rp 1,4 Juta Per Botol

Perusahaan Ini Jual Udara Segar dari Pantai, Harganya Rp 1,4 Juta Per Botol

Global
YouTube Hapus 5 Channel di Bawah Kendali Junta Militer Myanmar

YouTube Hapus 5 Channel di Bawah Kendali Junta Militer Myanmar

Global
Video Viral Tim Rugbi Berlatih dengan Latar Belakang Gunung Meletus

Video Viral Tim Rugbi Berlatih dengan Latar Belakang Gunung Meletus

Global
Pertama Kali Kunjungi Irak, Paus Fransiskus Serukan Kekerasan dan Ekstremisme Berakhir

Pertama Kali Kunjungi Irak, Paus Fransiskus Serukan Kekerasan dan Ekstremisme Berakhir

Global
Dewan Tetua Muslim: Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak Promosikan Perdamaian

Dewan Tetua Muslim: Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak Promosikan Perdamaian

Global
Mantan Menlu AS Muncul Lagi, Kali Ini Serukan Boikot Olimpiade Beijing

Mantan Menlu AS Muncul Lagi, Kali Ini Serukan Boikot Olimpiade Beijing

Global
Kekerasan Myanmar Makin Tinggi, AS Desak China Ikut Turun Tangan

Kekerasan Myanmar Makin Tinggi, AS Desak China Ikut Turun Tangan

Global
[POPULER GLOBAL] Video Kebrutalan Aparat Myanmar Beredar | Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin

[POPULER GLOBAL] Video Kebrutalan Aparat Myanmar Beredar | Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin

Global
komentar
Close Ads X