Airbnb Larang Perusuh Gedung Capitol Menginap Jelang Pelantikan Biden

Kompas.com - 13/01/2021, 14:42 WIB
Airbnb berencana membatasi perusuh yang menyerbu Gedung Capitol, agar tidak kembali ke daerah Washington DC saat pelantikan presiden minggu depan.
AFP PHOTO/LIONEL BONAVENTUREAirbnb berencana membatasi perusuh yang menyerbu Gedung Capitol, agar tidak kembali ke daerah Washington DC saat pelantikan presiden minggu depan.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Airbnb mengumumkan rencana untuk membatasi perusuh yang menyerbu Gedung Capitol, agar tidak kembali ke daerah Washington DC saat pelantikan presiden minggu depan.

Melansir CNN pada Senin (11/1/2021), Airbnb mengatakan akan meninjau semua reservasi area Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Siapa pun yang terkait dengan kelompok penyebar kebencian akan dibatalkan reservasinya dan dilarang menggunakan jasa Airbnb.

Perusahaan iru juga mengatakan akan mengambil tindakan terhadap individu yang terlibat dalam aktivitas kriminal di Gedung Parlemen minggu lalu. Termasuk melarang mereka secara permanen dari platform.

Airbnb tidak menyampikan lebih lanjut tindakan apa yang akan diambil di luar larangan tersebut.

Langkah yang dijalankan Airbnb, mungkin tidak dapat mencegah seseorang dengan niat kekerasan untuk tinggal di salah satu propertinya.

Masalahnya, nama setiap orang yang terlibat dalam kerusuhan Gedung Capitol tidak diketahui. Jadi sulit untuk mengeluarkan larangan komprehensif.

Baca juga: Para Pemimpin Militer AS Sepakati Penyerbuan Gedung Capitol Pemberontakan Lawan Hukum

Airbnb mengatakan akan merujuk pada catatan penangkapan 6 Januari dari departemen kepolisian DC. Termasuk juga melihat daftar penangkapan dan dakwaan dari siaran pers Jaksa Penuntut AS.

Perusahaan Ini telah menghapus orang-orang yang terkait dengan kelompok penyebar seruan kebencian dari platformnya sebelumnya. Termasuk setelah kerusuhan di Charlottesville, Virginia.

Airbnb menolak mengatakan apakah telah membatalkan reservasi apa pun sejak memperluas rencana keamanannya untuk DC pada Senin (11/1/2021).

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, 'Dyatlov Pass' Semakin Misterius

Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, "Dyatlov Pass" Semakin Misterius

Global
Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Global
14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

Global
Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Global
Wanita Ini Jual Anaknya Rp 1,4 Juta untuk Modal Jualan Miras

Wanita Ini Jual Anaknya Rp 1,4 Juta untuk Modal Jualan Miras

Global
China Bantah Wajibkan Diplomat AS Dites Swab Anal

China Bantah Wajibkan Diplomat AS Dites Swab Anal

Global
komentar
Close Ads X