Uni Eropa Kecam AS Label "Teroris" Houthi Dapat Ancam Krisis Yaman Makin Buruk

Kompas.com - 13/01/2021, 06:20 WIB
Pasukan milisi Houthi di atas kendaraan militer saat berkumpul di Sanaa sebelum memulai gerakan menuju medan perang di Yaman, Januari lalu. Mohammed Huwais / AFPPasukan milisi Houthi di atas kendaraan militer saat berkumpul di Sanaa sebelum memulai gerakan menuju medan perang di Yaman, Januari lalu.

BRUSSELS, KOMPAS.com - Uni Eropa pada Selasa (14/1/2021) mengecam keputusan Amerika Serikat untuk melabeli kelompok pemberontak Yaman, Houthi, sebagai " teroris", dan  memperingatkan hal itu dapat menghalangi upaya perdamaian dan pengiriman bantuan ke negara itu.

Presiden Donald Trump yang akan segera angkat kaki dari jabatannya mengumumkan manuver terakhirnya pada Minggu (10/1/2021), 10 hari sebelum penggantinya, Joe Biden, mengambil alih posisinya di Gedung Putih.

Trump memberlakukan penetapan label itu pada malam pelantikan Biden, yang oleh para asistennya diharapkan sebagai upaya meningkatkan dorongan baru untuk mengakhiri perang 6 tahun Yaman.

Baca juga: 26 Orang Tewas dan Lebih dari 60 Orang Luka-luka dalam Ledakan Jelang Tahun Baru di Yaman

Melansir AFP pada Selasa (14/1/2021), hal itu dipandang memperumit upaya yang dijanjikan presiden selanjutnya untuk memulai kembali diplomasi dengan Iran, yang memiliki hubungan dengan Houthi.

Keputusan itu menuai kritik dari sejumlah kelompok bantuan dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena khawatir itu akan memperburuk krisis Yaman dalam hal kemanusiaan yang sudah mengerikan, seperti kelaparan, akibat perang menahun.

Seorang juru bicara kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell mengatakan, keputusan AS "berisiko membuat upaya yang dipimpin PBB untuk mencapai solusi komprehensif terhadap konflik Yaman semakin sulit".

Baca juga: Pesan Damai Paus Fransiskus: Mari Kita Pikirkan Anak-anak di Yaman yang Kelaparan

"Ini akan mempersulit hubungan diplomatik yang diperlukan dengan Ansar Allah (Houthi) dan pekerja komunitas internasional dalam masalah politik, kemanusiaan, dan pembangunan," kata Borrell dalam sebuah pernyataan.

Dijelaskan bahwa penetapan tersebut kemungkinan akan memiliki efek mengganggu terhadap pengiriman bantuan kemanusian yang didanai oleh komunitas internasional.

Baca juga: Arab Saudi Klaim Hancurkan Pesawat Nirawak Milik Pemberontak Houthi

Selanjutnya memperburuk krisis Yaman dalam ekonomi yang telah jatuh akibat konflik selama lebih dari 5 tahun.

Kelompok pemberontak Houthi mengontrol sebagian besar Yaman dan telah menghadapi serangan berdarah dari Arab Saudi sekutu AS.

Sementara itu, jutaan penduduk di negara tersebut bergantung pada bantuan untuk bertahan hidup.

Baca juga: AS Bakal Masukkan Kelompok Houthi ke Dalam Daftar Teroris

Penetapan sebagai kelompok teroris diperkirakan untuk menakut-nakuti aktor luar dari banyak transaksi dengan otoritas Houthi, termasuk transfer bank, serta membeli makanan dan bahan bakar, karena takut akan konsekuensi tuntutan dari AS.

Kelompok bantuan telah memperingatkan terhadap daftar hitam Houthi, dan mengatakan bahwa mereka tidak punya pilihan, selain berurusan dengan pemerintah de facto di Yaman utara.

Baca juga: Houthi Ancam Serang Situs Penting Milik Israel

 


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X