Trump Tanggapi Upaya Pemakzulan Kedua ke Dirinya: Konyol

Kompas.com - 12/01/2021, 23:21 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye mendukung calon Senator dari Partai Republik, Kelly Loeffler dan David Perdue, di Dalton, Georgia, Senin (4/1/2021). AP PHOTO/BRYNN ANDERSONPresiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye mendukung calon Senator dari Partai Republik, Kelly Loeffler dan David Perdue, di Dalton, Georgia, Senin (4/1/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menanggapi dengan sinis upaya pemakzulan tahap dua yang diajukan ke dirinya.

"Sangat konyol," kata dia ketika hendak naik ke Marine One, dalam perjalanan dari Gedung Putih guna meninjau pembangunan tembak perbatasan Meksiko.

Baca juga: Tulisan “Trump” Ditemukan pada Punggung Mamalia Manatee, Polisi Buru Pelaku Kriminal

Presiden 74 tahun itu menyatakan, usaha dari Partai Demokrat untuk memakzulkannya hanya akan menyebabkan "kemarahan yang mengerikan".

Menurutnya, kubu Demokrat yang menguasai DPR AS terus melakukan apa yang dia sebut "perburuan penyihir" selama dia menjabat.

Pemakzulan terhadap Trump terjadi buntut kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol, Washington DC, pada Rabu (6/1/2021).

Massa pendukung sang presiden merangsek masuk ketika Kongres AS bersiap mengesahkan sertifikat kemenangan Joe Biden.

Lima orang tewas, di mana empat di antaranya adalah pendukung Trump dan seorang lainnya merupakan polisi yang menjaga Capitol.

Dilansir AFP Selasa (12/1/2021), dia membantah kalimatnya memprovokasi para pendukungnya untuk menyerbu ibu kota.

Pada 6 Januari di Washington, presiden dari Partai Republik itu kembali mengeklaim tanpa bukti bahwa dia dicurangi di Pilpres AS 2020.

Dia lalu menyerukan kepada pendukungnya agar mereka bergerak ke Capitol untuk menunjukkan "kekuatan", dan terjadilah kerusuhan itu.

"Mereka menganalisis pidato saya baik dari setiap kata, paragraf, dan kalimat terakhir. Semua orang tidak ada pelanggaran," klaimnya.

Baca juga: Penyerbuan di Capitol Hill, Trump Salahkan Orang-orang Antifa


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Calon Direktur CIA Sebut Kunci Keamanan Nasional AS Adalah Perlawanan terhadap China

Calon Direktur CIA Sebut Kunci Keamanan Nasional AS Adalah Perlawanan terhadap China

Global
Ternyata Ini Motif Hacker Korea Utara Retas Data Vaksin Covid-19 Pfizer

Ternyata Ini Motif Hacker Korea Utara Retas Data Vaksin Covid-19 Pfizer

Global
2 Pilot dan Pejabat Maskapai Turki Terancam Penjara, Dituduh Mambantu Pelarian Mantan Bos Nissan

2 Pilot dan Pejabat Maskapai Turki Terancam Penjara, Dituduh Mambantu Pelarian Mantan Bos Nissan

Global
Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Global
PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

Global
Dokumen 'Sangat Rahasia' Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Dokumen "Sangat Rahasia" Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Global
Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Global
Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Global
[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

Global
Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli meski Ada Anak-anak

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli meski Ada Anak-anak

Global
Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Global
Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Global
Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Global
komentar
Close Ads X