Usai Demo Rusuh di Gedung Capitol, Dua Anggota Parlemen AS Positif Covid-19

Kompas.com - 12/01/2021, 16:50 WIB
Anggota Parlemen AS berlindung di serambi ruang parlemen ketika pengunjuk rasa mencoba masuk ke House Chamber di Gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021). AP PHOTO/ANDREW HARNIKAnggota Parlemen AS berlindung di serambi ruang parlemen ketika pengunjuk rasa mencoba masuk ke House Chamber di Gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dua anggota parlemen telah dinyatakan positif Covid-10 setelah berlindung dengan anggota parlemen yang menolak memakai masker selama kerusuhan di Gedung Capitol AS, Rabu (6/1/2021).

Melansir NBC News, Anggota DPR dari Partai Demokrat, Pramila Jayapal dalam sebuah pernyataan Selasa pagi (12/1/2021) menyatakan dia telah dikarantina sejak serangan itu, dan mengetahui hasil tes positifnya Senin malam.

“Terlalu banyak Partai Republik menolak menangani pandemi dan virus ini dengan serius, dan dengan melakukan itu, mereka membahayakan semua orang di sekitar mereka," katanya dalam sebuah pernyataan.

Menurutnya, masih banyak politisi Partai Republik menolak mengambil tindakan minimum pencegahan Covid-19 dan hanya mengenakan masker di ruangan yang ramai selama pandemi.

Perilaku itu tetap terjadi bahkan beberapa jam setelah Presiden Trump menghasut serangan mematikan di Gedung Capitol.

Baca juga: Demo AS Rusuh, Seruan agar Trump Dimakzulkan Kembali Muncul

Jayapal menuding Partai Republik sudah menimbulkan superspreader event saat serangan teroris domestik terjadi.

Jayapal mengatakan saat ini, dia tetap bekerja dari rumah dan mengusahakan yang terbaik. Terlebih mengingat urgensi kondisi saat ini banyak krisis yang penting segera ditangani.

“Saya berbagi kemarahan dan kemarahan dari konstituen saya dan mereka di seluruh negeri ini yang telah menyaksikan Donald Trump gagal memerangi pandemi yang mengamuk ini dan menolak untuk merawat orang Amerika yang menderita, sekarat, dan hancur,” kata dia.

Menurutnya, sudah jelas bahwa Trump berperan memicu dan menghasut para pemberontak melakukan penyerangan Gedung Parlemen AS.

Jadi dia berkomitmen tidak akan beristirahat sampai segala usaha dilakukan untuk menyingkirkan Presiden Trump dari jabatannya.

Halaman:
Baca tentang

Sumber NBC News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nasib Tragis 860 Sapi di Kapal Karim Allah, Tidak Makan Berhari-hari dan Akan Dibunuh

Nasib Tragis 860 Sapi di Kapal Karim Allah, Tidak Makan Berhari-hari dan Akan Dibunuh

Global
18 Orang Tewas dalam Sehari di Myanmar, Begini Respons Dunia

18 Orang Tewas dalam Sehari di Myanmar, Begini Respons Dunia

Global
Eks Menlu AS Klaim Banyak Orang Arab Saudi Ingin Damai dengan Israel

Eks Menlu AS Klaim Banyak Orang Arab Saudi Ingin Damai dengan Israel

Global
Uni Eropa Bakal Jatuhkan Sanksi kepada Junta Militer Myanmar

Uni Eropa Bakal Jatuhkan Sanksi kepada Junta Militer Myanmar

Global
Demo Thailand Makin Ricuh, Polisi Bentrok dan Tembaki Massa

Demo Thailand Makin Ricuh, Polisi Bentrok dan Tembaki Massa

Global
Israel Serang Suriah dengan Serentetan Rudal

Israel Serang Suriah dengan Serentetan Rudal

Global
Masih Dendam ke Biden, Trump Tegaskan Maju ke Pilpres AS 2024

Masih Dendam ke Biden, Trump Tegaskan Maju ke Pilpres AS 2024

Global
Berbaju Seperti 'Pakaian Dalam' Murid SMA Dipulangkan Sekolah, Ayahnya Tak Terima

Berbaju Seperti "Pakaian Dalam" Murid SMA Dipulangkan Sekolah, Ayahnya Tak Terima

Global
Hari Paling Berdarah sejak Kudeta Militer Myanmar, 18 Orang Tewas dalam Sehari

Hari Paling Berdarah sejak Kudeta Militer Myanmar, 18 Orang Tewas dalam Sehari

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Junta Militer Myanmar Keluarkan Ancaman | Covid-19 di AS Tewaskan 500.000 Orang Lebih

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Junta Militer Myanmar Keluarkan Ancaman | Covid-19 di AS Tewaskan 500.000 Orang Lebih

Global
Spanyol Minta 859 Ternak dari Kapal Karim Allah Dimusnahkan

Spanyol Minta 859 Ternak dari Kapal Karim Allah Dimusnahkan

Global
Cerita Najbullah Jual Ginjal demi Uang Nikah, agar Keluarganya Tak Dibunuh

Cerita Najbullah Jual Ginjal demi Uang Nikah, agar Keluarganya Tak Dibunuh

Global
Dari Ed Sheeran sampai Sting, Waswas Soal Masa Depan Musik Inggris, Kenapa?

Dari Ed Sheeran sampai Sting, Waswas Soal Masa Depan Musik Inggris, Kenapa?

Global
Mike Pompeo Vokal Lagi Kritik Pemerintahan Biden dan Agungkan Trump

Mike Pompeo Vokal Lagi Kritik Pemerintahan Biden dan Agungkan Trump

Global
Warga Afghanistan Ramai-ramai Jual Ginjal demi Bayar Utang, Ini Kisahnya...

Warga Afghanistan Ramai-ramai Jual Ginjal demi Bayar Utang, Ini Kisahnya...

Global
komentar
Close Ads X